OJK Luncurkan Buku Perdagangan Karbon untuk Perkuat Ekonomi Hijau

0
269
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi memperkenalkan buku berjudul “Mengenal dan Memahami Perdagangan Karbon bagi Sektor Jasa Keuangan”
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi memperkenalkan buku berjudul “Mengenal dan Memahami Perdagangan Karbon bagi Sektor Jasa Keuangan”. Sumber foto: OJK

GATRABALI.COM, JAKARTAOtoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi memperkenalkan buku berjudul “Mengenal dan Memahami Perdagangan Karbon bagi Sektor Jasa Keuangan” pada Selasa 15 Juli 2025, di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta.

Peluncuran ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran sektor keuangan dalam mendukung transisi menuju ekonomi hijau dan pembangunan rendah karbon.

Acara ini dihadiri Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Inarno Djajadi, Direktur Utama BEI Iman Rachman, serta Direktur Utama Kustodian Sentral Efek Indonesia Samsul Hidayat.

Mahendra Siregar menegaskan, perubahan iklim adalah tantangan global yang memerlukan solusi kolaboratif. Perdagangan karbon menjadi salah satu instrumen penting, sesuai amanat UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU PPSK), yang memberikan kewenangan kepada OJK untuk mengatur dan mengawasi perdagangan karbon melalui pasar sekunder.

Baca Juga:  OJK Tingkatkan Integritas, Tata Kelola, dan Ketahanan Perbankan Lewat POJK Integritas Pelaporan Keuangan Bank

“Buku ini kami susun agar para pelaku industri memahami prinsip, regulasi, dan mekanisme perdagangan karbon secara menyeluruh. Harapannya, pemangku kepentingan bisa mengerti detail teknis dan administratif yang diperlukan dalam ekosistem pasar karbon,” jelas Mahendra.

Selain membahas peluang dan tantangan, buku ini juga menyoroti potensi risiko seperti fraud, misstatement, hingga praktik greenwashing. Karena itu, Mahendra menekankan pentingnya tata kelola yang kuat, pengawasan efektif, dan sinergi lintas pihak agar pasar karbon nasional tetap kredibel.

Baca Juga:  Wakili Bali, Sanggar Seni Santhi Budaya kembali Tampil di Malaysia

Buku ini diharapkan menjadi rujukan bermanfaat tidak hanya untuk industri jasa keuangan, tetapi juga akademisi, peneliti, mahasiswa, hingga masyarakat umum dalam mendukung komitmen Net Zero Emission Indonesia 2060 atau lebih cepat.

Direktur Utama BEI Iman Rachman turut mengapresiasi OJK serta Kementerian Lingkungan Hidup atas dukungan dalam pengembangan pasar karbon. Ia menilai integrasi dengan Sistem Registri Nasional memperkuat kepercayaan internasional terhadap pasar karbon Indonesia.

Hingga 14 Juli 2025, perdagangan karbon di Indonesia mencatat tren positif dengan total volume transaksi 1,59 juta ton ekuivalen CO2 senilai Rp78 miliar. Harga unit karbon IDTBS tercatat Rp58.800 (sekitar USD 3,6), sementara IDTBS-RE Rp61.000 (USD 3,7). Tercatat delapan proyek terdaftar, mayoritas berasal dari sektor energi seperti Pertamina Power Indonesia, PTPN IV, dan PLN Grup.

Baca Juga:  Tips Foto Aesthetic Liburan Akhir Tahun ala Kevin Pramudya dengan Galaxy S24 FE

Sejak peluncuran Bursa Karbon Indonesia pada 26 September 2023, jumlah pengguna jasa melonjak dari 16 menjadi 113. IDX Carbon juga meraih penghargaan Best Official Carbon Exchange in an Emerging Market dari Green Cross UK pada ajang Carbon Positive Award 2025.

Menurut Mahendra, keberhasilan ini berkat sinergi seluruh pemangku kepentingan yang bersama-sama mendorong tercapainya target Nationally Determined Contribution (NDC) sekaligus membangun ekonomi hijau yang inklusif dan berkelanjutan.(yud/ub)