UPDATEBALI.com, DENPASAR – Dalam upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali menggandeng Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) dan Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Provinsi Bali untuk menyelenggarakan edukasi keuangan kepada para Perbekel (Kepala Desa) di wilayah Kota Denpasar, Badung, dan Gianyar.
Kegiatan ini digelar dalam suasana perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan dengan mengusung tema “Mengelola Keuangan Dengan Dharma”, bertempat di Kantor OJK Provinsi Bali, Denpasar, Rabu, 30 April 2025
Deputi Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Provinsi Bali, Ni Made Novi Susilowati, dalam sambutannya menyampaikan bahwa edukasi ini sangat penting untuk meningkatkan peran Perbekel dalam pemberdayaan dan pemahaman masyarakat terkait pengelolaan keuangan yang sehat dan bijak.
“Melalui momentum perayaan Galungan dan Kuningan sebagai wujud kemenangan Dharma terhadap Adharma, kita jaga keseimbangan hidup baik secara spiritual maupun duniawi, salah satunya dengan bijak mengelola keuangan,” ungkap Novi.
Ia menambahkan, pengelolaan keuangan yang baik selaras dengan ajaran Hindu tentang Moksartham Jagadhita Ya Ca Iti Dharma, yang mengarahkan umat untuk mencapai kesejahteraan duniawi dan kebahagiaan abadi melalui jalan kebenaran.
Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2024, indeks literasi keuangan nasional tercatat sebesar 65,43 persen, sementara indeks inklusi keuangan mencapai 75,02 persen. Perbedaan ini menunjukkan masih adanya kesenjangan yang harus ditutup melalui berbagai upaya edukatif.
Turut hadir dalam kegiatan ini Deputi Direktur Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Bali Rony Ukurta Barus, Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Masyarakat dan Kawasan Perdesaan Dinas PMD dan Dukcapil Bali Luh Gita Andari, Kanit 1 Subdit III Ditreskrimsus Polda Bali I Made Martadi Putra, dan Penyuluh Narkoba Ahli Madya BNNP Bali Gusti Ayu Witarini Dwipayanti.
Luh Gita Andari mengapresiasi inisiatif edukasi ini yang dinilainya sejalan dengan visi pemberdayaan masyarakat desa.
“Edukasi ini penting untuk mendorong kesadaran masyarakat merencanakan keuangan yang sehat dan aman, demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat Bali,” ujarnya.
Sebagai narasumber, Kanit I Subdit III Ditressiber Polda Bali I Made Martadi Putra memaparkan berbagai modus kejahatan keuangan digital yang tengah marak, seperti penipuan online, phishing, judi online, pemerasan lewat video call, hingga penggunaan AI untuk membuat bukti transfer palsu.
Ia menekankan pentingnya perlindungan data pribadi dan sikap waspada dalam beraktivitas digital.
“Jangan mudah mengumbar data pribadi, asal klik tautan, atau instal aplikasi yang tidak jelas. Ganti password secara berkala dan back-up data pribadi,” tegasnya.
Sementara itu, Gusti Ayu Witarini Dwipayanti dari BNNP Bali mengingatkan bahwa Bali kini menjadi end user dari jalur peredaran narkoba, yang berdampak pada peningkatan tindak kejahatan termasuk kejahatan digital dan judi online.
Sebelumnya, OJK Bali juga telah menyelenggarakan edukasi keuangan syariah bagi pelajar dan UMKM menjelang Hari Raya Idul Fitri, serta bagi umat Kristiani dalam rangka Paskah 2025. Seluruh kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menciptakan ekosistem keuangan yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan di Bali.
Dengan sinergi bersama seluruh elemen dan stakeholder daerah, OJK Bali berharap edukasi keuangan ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung pertumbuhan industri jasa keuangan yang lebih sehat.(yud/ub)





