Jumat, Juni 14, 2024
BerandaBaliOJK Bali Percepat Penyaluran Kredit Pertanian untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani

OJK Bali Percepat Penyaluran Kredit Pertanian untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Bali terus mengintensifkan pemanfaatan program Kredit/Pembiayaan Sektor Prioritas (KPSP) untuk sektor pertanian guna meningkatkan kesejahteraan petani.

Kepala OJK Provinsi Bali, Kristrianti Puji Rahayu, mengungkapkan hal ini dalam acara sosialisasi dengan ratusan anggota Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Bali pada Pekan Daerah (PEDA) XXVII KTNA Provinsi Bali Tahun 2024 di Gianyar, Senin 13 Mei 2024. Acara ini diselenggarakan oleh Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Bali.

“KPSP mencakup proses bisnis dari praproduksi hingga pascaproduksi pada sektor pertanian, terutama sub sektor tanaman pangan dan peternakan dengan karakteristik yang terintegrasi, aman, inklusif, dan kolaboratif. Implementasinya dapat disesuaikan dengan prioritas masing-masing daerah,” jelas Kristrianti.

Baca Juga:  Tol Gilimanuk - Mengwi Terlaksana, Bupati Tamba Bahagia

PEDA bertujuan meningkatkan motivasi petani, nelayan, dan masyarakat agribisnis dalam mengembangkan sistem dan usaha agribisnis yang berdaya saing, berkelanjutan, serta menumbuhkan minat generasi muda di bidang pertanian dan perikanan. Ini sejalan dengan program TPAKD yang sedang digencarkan oleh OJK Provinsi Bali, yaitu implementasi Kredit/Pembiayaan Sektor Prioritas Pertanian.

Acara PEDA tersebut dihadiri oleh Penjabat (Pj.) Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya dan Pj. Bupati Gianyar I Dewa Tagel Wirasa. Dalam sambutannya, Pj. Gubernur Bali menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan PEDA kali ini.

Baca Juga:  Gandeng PT.Charoen Pokphand Indonesia-Denpasar, Kenalkan Profesi Dokter Hewan Perunggasan

“Saya menyambut gembira pelaksanaan PEDA ini, karena PEDA merupakan wahana bagi petani dan nelayan untuk mengukur keberhasilan yang telah dicapai, sekaligus ajang evaluasi dan bertukar pengalaman, informasi, serta teknologi,” kata Sang Made Mahendra Jaya.

Melalui sinergi yang kuat antara OJK, pemerintah, regulator, pelaku usaha jasa keuangan, dan sektor pertanian, diharapkan akses keuangan di daerah dapat diperluas untuk mewujudkan kemandirian pangan, kestabilan harga, serta meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk hasil pertanian.

Baca Juga:  Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa, Pj Gubernur Mahendra Jaya Dukung Program Perhutanan Sosial KLHK RI

Lebih lanjut, berdasarkan data, KPSP melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk sektor pertanian yang telah disalurkan selama tahun 2024 hingga bulan Maret mencapai Rp362.667.000.000,-. KPSP ini akan terus dioptimalkan dengan memastikan adanya offtaker untuk menyerap hasil panen, sehingga meningkatkan kepercayaan industri jasa keuangan dalam memberikan pembiayaan.

Dengan program ini, diharapkan kesejahteraan petani Bali semakin meningkat dan sektor pertanian dapat berkembang lebih pesat di masa depan. (yud/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments