Kasus DBD Meningkat, Di Tabanan 3 Orang Meninggal

0
180
Ilustrasi Nyamuk

UPDATEBALI.com, TABANAN – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Tabanan meningkat dibandingkan tahun 2022. Sampai dengan bulan Oktober 2023, tercatat sebanyak 595 kasus, dan tiga pasien meninggal dunia. Sedangkan kasus DBD sepanjang tahun 2022 hanya 366 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Tabanan, Anak Agung Ngurah Putra Wiradana, menyampaikan bahwa meskipun terjadi peningkatan kasus dari tahun 2022 ke 2023, namun data menunjukkan penurunan mulai bulan Juli hingga Oktober 2023.

Baca Juga:  Bupati Tabanan Hadiri Peresmian Griya Restorative Jutice (RJ) Oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Bali Serentak di 10 Kecamatan di Tabanan

“Penurunan ini kemungkinan disebabkan oleh gencarnya pelaksanaan PSN oleh masyarakat dan prediksi adanya kurangnya tempat berkembang biak nyamuk karena musim kering. Namun, dengan memasuki musim hujan, perlu kewaspadaan ekstra,” ujarnya.

Wiradana menambahkan bahwa upaya pencegahan terus dilakukan oleh Dinas Kesehatan Tabanan, termasuk melalui promosi kesehatan dan fogging di daerah dengan kasus positif DBD. Masyarakat diminta untuk tetap waspada, menjaga kondisi tubuh, dan rutin melakukan PSN guna mencegah penyebaran penyakit DBD yang dapat mengancam kesehatan masyarakat setempat.

Baca Juga:  138 UMKM Jualan Gratis di Pasar Rakyat PKK Bali, Pengunjung Padati Renon

Disisi lain untuk angka kematian akibat DBD justru terjadi di tahun 2023 sebanyak 3 orang, sedangkan tahun 2022 nihil angka kematian.

Dari tiga kasus kematian tersebut, dua di antaranya melibatkan anak-anak, dengan rentang usia 1-4 tahun dan 5-15 tahun, serta satu kasus pada individu berusia 44 tahun. Kejadian ini terjadi pada bulan Maret, April, dan Juni.

Baca Juga:  Polresta Denpasar Gelar Program Mudik Gratis untuk Masyarakat

Masyarakat pun diimbau untuk lebih rutin melakukan Pembersihan Sarang Nyamuk (PSN) sebagai langkah pencegahan yang efektif.(tia/ub)