UPDATEBALI.com, DENPASAR – Kolaborasi seni spektakuler bertajuk “Tumbuh Kembali di Tengah Reruntuhan Semesta” siap menjadi pembuka malam puncak Denpasar Youth Festival (D’Youth Fest) 6.0 yang digelar pada 11–12 Juli 2026 di Kawasan Lapangan Puputan I Gusti Ngurah Made Agung, Denpasar.
Pertunjukan tersebut merupakan hasil kolaborasi Ogoh-Ogoh Gajah karya ST. Yowana Saka Bhuwana Banjar Tainsiat bersama Kedux Garage, Palawara Music Company, dan Manubada Art. Mengusung tema besar “Feel The Growth”, sajian ini menghadirkan perpaduan seni tradisi dan kontemporer yang mengangkat pesan tentang kebangkitan serta kepedulian terhadap lingkungan.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Luh Putu Ryastiti, didampingi Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif, AA Ngurah Mahendra Putra, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi salah satu daya tarik utama pada malam puncak festival karena memadukan kekuatan budaya Bali dengan kreativitas generasi muda.
Menurutnya, tari kolosal “Tumbuh Kembali di Tengah Reruntuhan Semesta” mengisahkan perjalanan dari kehancuran menuju harapan. Cerita diawali dengan gambaran eksploitasi alam akibat keserakahan manusia yang memicu kerusakan lingkungan. Di tengah kondisi tersebut muncul sosok Sang Penjaga Agung sebagai simbol kebijaksanaan yang mengajak manusia kembali menjaga keseimbangan alam.
Alur pertunjukan dibagi menjadi tiga babak. Babak pertama menampilkan kerusakan akibat eksploitasi alam, babak kedua menggambarkan tumbuhnya kesadaran sehingga alam mulai pulih, sedangkan babak ketiga menghadirkan harmoni baru ketika manusia, alam, dan nilai-nilai spiritual kembali bersatu.
“Melalui kolaborasi Ogoh-Ogoh Gajah Tainsiat dan tari kolosal Palawara, kami ingin menghadirkan sebuah pertunjukan yang tidak hanya memukau secara visual, tetapi juga menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam. Semangat Feel The Growth kami maknai sebagai ajakan untuk terus bertumbuh bersama melalui kreativitas, kolaborasi, dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Luh Putu Ryastiti.
Selain pertunjukan pembuka, malam puncak D’Youth Fest 6.0 juga akan diramaikan penampilan sejumlah musisi lokal dan nasional, seperti Ari Lesmana, Tika Pagraky, Bagus Wirata, Dialog Dini Hari, Ary Kencana, Harmonia, Leeyonk Sinatra, Skoozy, hingga Wet Project.
Festival ini juga melibatkan sedikitnya 20 pelaku UMKM kuliner dan lima unit food truck sebagai upaya memperkuat promosi produk lokal sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.
D’Youth Fest 6.0 sendiri telah berlangsung sejak pertengahan Juni 2026 melalui berbagai agenda kreatif, di antaranya Operet This Week, Bimbingan Teknis Penyiaran, Heritage Ride, Glory of Youth, Earthsy Day, Bali Fashion Bike, Mural Exhibition, Area Creator, Makin Dekat Film Fest, Community Paradise, Bali Screen Printing Community, hingga puncak festival yang dikemas bersama Komunitas Eling Ring Pertiwi melalui kampanye peduli lingkungan.
Puluhan komunitas kreatif dari berbagai sektor turut terlibat dalam seluruh rangkaian kegiatan sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi kreatif di Kota Denpasar.
Pada penyelenggaraan tahun ini, D’Youth Fest juga memperkuat komitmen terhadap pelestarian lingkungan dengan menerapkan sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi selama festival berlangsung. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi media edukasi bagi generasi muda untuk membangun budaya sadar lingkungan sekaligus mewujudkan penyelenggaraan festival yang lebih berkelanjutan.
Pemerintah Kota Denpasar berharap D’Youth Fest 6.0 menjadi wadah kolaborasi yang mampu mempertemukan kreativitas, budaya, inovasi, dan semangat kewirausahaan generasi muda sehingga melahirkan karya-karya yang memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah.
“D’Youth Fest bukan sekadar festival hiburan, tetapi ruang bersama bagi generasi muda untuk berkarya, berkolaborasi, dan menunjukkan identitas kreatif Kota Denpasar. Kami berharap semangat yang lahir dari festival ini terus tumbuh menjadi energi positif dalam memperkuat ekonomi kreatif, melestarikan budaya, serta mewujudkan Denpasar sebagai kota kreatif yang inklusif, inovatif, dan berdaya saing,” tutup Luh Putu Ryastiti. (per/ub)





