updatebali.com/, DENPASAR – Semangat Hari Kebangkitan Nasional 2026 terasa berbeda di Rumah BUMN Denpasar milik PLN yang berlokasi di kawasan Sesetan, Denpasar.
Dari ruang sederhana yang dipenuhi produk UMKM lokal, tumbuh optimisme untuk mendorong pelaku usaha kecil Bali semakin mandiri dan mampu bersaing di tengah perkembangan pasar dan digitalisasi.
Di rak-rak kecil Rumah BUMN Denpasar tersusun berbagai produk lokal, mulai dari kopi kemasan, keripik rumahan, tas anyaman, hingga aneka kerajinan tangan hasil karya pelaku UMKM binaan. Tempat tersebut kini tidak hanya menjadi ruang promosi produk, tetapi juga wadah pembinaan dan pengembangan kapasitas usaha masyarakat.
Pada Rabu, 20 Mei 2026, suasana Rumah BUMN Denpasar tampak lebih ramai dari biasanya. Sejumlah pelaku UMKM terlihat mengikuti workshop pengajuan Nomor Induk Berusaha (NIB) yang diikuti 13 peserta dari kalangan UMKM binaan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat legalitas usaha pelaku UMKM agar lebih mudah mengakses berbagai program pemerintah, mulai dari pembiayaan usaha, pelatihan, hingga perluasan pasar.
NIB sendiri merupakan identitas resmi pelaku usaha yang kini menggantikan sejumlah izin usaha sebelumnya seperti SIUP, TDP, dan SKU. Kepemilikan NIB dinilai penting untuk meningkatkan profesionalisme dan daya saing pelaku usaha kecil.
Di tengah kegiatan pendampingan tersebut, Anggota Komisi VI DPR RI, I Gusti Ngurah Alit Kesuma Kelakan melakukan kunjungan langsung ke Rumah BUMN Denpasar untuk melihat proses pembinaan UMKM yang dijalankan PLN melalui program Rumah BUMN.
Dalam kunjungannya, ia meninjau berbagai produk UMKM binaan sekaligus mendengarkan sejumlah tantangan yang masih dihadapi pelaku usaha, seperti akses pasar, promosi produk, hingga penguatan jejaring usaha.
Menurutnya, pengelolaan Rumah BUMN Denpasar sudah berjalan baik dan memiliki potensi besar dalam mendukung UMKM lokal agar naik kelas melalui penguatan kapasitas usaha dan digitalisasi.
“Pengelolaan Rumah BUMN Denpasar ini sudah sangat baik dan potensinya besar. Namun, agar dampaknya lebih masif, kolaborasi dengan Pemerintah Daerah harus terus ditingkatkan. Rumah BUMN perlu bersinergi dengan dinas-dinas terkait untuk mengintegrasikan UMKM ke dalam agenda dan kalender kegiatan daerah,” ujar I Gusti Ngurah Alit Kesuma Kelakan.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi dengan Pemerintah Daerah, khususnya Dinas Koperasi, Dinas Perdagangan, dan Dinas Pariwisata guna memperluas ruang pamer serta akses pasar bagi UMKM binaan.
Salah satu peserta workshop sekaligus pelaku UMKM binaan Rumah BUMN Denpasar, Yanti, pemilik usaha Tisgumi di sektor makanan, mengaku pelatihan pengajuan NIB memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha kecil.
“Pelatihan NIB ini sangat bermanfaat bagi pelaku UMKM seperti saya. Materi yang disampaikan jelas dan mudah dipahami. Saya juga sangat terbantu dengan pendampingan dari para mentor yang sabar dan responsif, sehingga menjadi lebih memahami pentingnya legalitas usaha untuk mendukung perkembangan bisnis ke depannya,” ujar Yanti.
Ia berharap kegiatan serupa terus dilakukan agar pelaku UMKM di Bali semakin siap menghadapi persaingan usaha yang semakin kompetitif.
Sementara itu, Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Bali, Imbar Susanto mengatakan Rumah BUMN menjadi bagian dari komitmen PLN dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM yang berkelanjutan.
Menurutnya, pembinaan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada peningkatan penjualan, tetapi juga membantu pelaku usaha beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan pasar.
“PLN berharap Rumah BUMN dapat menjadi ruang tumbuh bagi UMKM lokal untuk semakin mandiri dan kompetitif. Kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi penting agar produk-produk UMKM binaan memiliki akses pasar yang lebih luas dan mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” ujar Imbar.
Bagi PLN, program Rumah BUMN tidak sekadar menjadi bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan, tetapi juga langkah nyata dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Dari sebuah ruang sederhana di Sesetan, semangat kebangkitan itu terus dijaga. Bahwa membangun bangsa tidak selalu dimulai dari langkah besar, tetapi juga melalui keberanian memberi ruang tumbuh bagi usaha-usaha kecil agar mampu berkembang dan berdiri lebih kuat di negeri sendiri.(yud/ub)





