spot_img
spot_img
BerandaBaliNi Wayan Retu Belum Ditemukan, Warga Datah Gelar Pencarian dengan Iringan Gamelan

Ni Wayan Retu Belum Ditemukan, Warga Datah Gelar Pencarian dengan Iringan Gamelan

UPDATEBALI.com, KARANGASEM — Tim SAR gabungan masih melanjutkan upaya pencarian terhadap seorang warga lanjut usia bernama Ni Wayan Retu (75) yang dilaporkan hilang di wilayah Panglega, Desa Datah, Kecamatan Abang, Karangasem.

Hingga Sabtu 8 November 2025, pencarian yang telah dilakukan sejak Kamis malam belum membuahkan hasil.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Denpasar, I Nyoman Sidakarya, menjelaskan bahwa laporan pertama diterima pada Kamis 6 November 2025 malam sekitar pukul 19.20 Wita dari pihak keluarga korban.

“Korban diketahui keluar rumah sambil membawa dua ekor sapi. Namun hingga sore hari tak kunjung kembali,” ujarnya.

Baca Juga:  Unud Selenggarakan Simposium Internasional 'Mindfully Protecting The Brain'

Pihak keluarga yang semula hendak mengantarkan makanan ke ladang di pagi hari justru mendapati rumah dalam keadaan kosong. Upaya pencarian secara mandiri dilakukan, dan dua ekor sapi milik korban ditemukan terpisah, satu ekor di bawah jurang kawasan Panglega, dan satu lagi di rumah warga. Namun, keberadaan Ni Wayan Retu hingga kini masih belum diketahui.

“Tim kami langsung berkoordinasi dengan aparat desa dan melakukan penyisiran sejak malam kejadian. Hari berikutnya pencarian difokuskan di sekitar lokasi terakhir korban terlihat di Desa Poh,” jelas Sidakarya.

Baca Juga:  Bupati Gede Dana Apresiasi Anggota Paskibraka Karangasem yang Lolos Wakili Bali untuk Paskibraka Nasional

Tim SAR gabungan membentuk tiga Search and Rescue Unit (SRU) yang masing-masing bergerak di jalur berbeda, termasuk area tebing dan semak lebat yang menjadi medan cukup sulit. Selain unsur Basarnas, pencarian turut dibantu oleh Bhabinkamtibmas Desa Datah, Babinsa, perangkat desa, serta masyarakat sekitar.

Menariknya, dalam proses pencarian warga juga menggelar ritual adat lokal dengan menabuh gamelan tradisional di sejumlah titik. Tradisi tersebut diyakini dapat membantu menemukan petunjuk keberadaan korban melalui pendekatan spiritual.

Baca Juga:  Jenasah Warga Yogyakarta Dievakuasi dari Gunung Agung oleh Tim SAR

Hingga berita ini diturunkan, operasi pencarian masih berlanjut dengan memperluas area penyisiran ke arah timur laut desa. Tim SAR juga menyiapkan opsi pencarian udara menggunakan drone untuk memantau wilayah jurang dan hutan yang sulit dijangkau.

“Seluruh tim tetap siaga di lapangan. Harapan kami korban segera ditemukan dalam keadaan selamat,” tutup Sidakarya.(den/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments