MTKF XVII Resmi Dibuka di Sanur, Wawali Arya Wibawa Dorong Tradisi Melayangan Tetap Lestari

0
243
Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa didampingi Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, yang juga selaku Pembina Mel Tanjunung Kite Festival, I Wayan Mariyana Wandhira serta Anggota DPRD Provinsi Bali, AA Gede Agung Suyoga saat membuka Lomba Layang-Layang Mel Tanjung Kite Festival XVII Tahun 2026 dengan menarik layangan di Kawasan Pantai Mertasari, Sanur, Denpasar, Minggu (9/8).
Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa didampingi Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, yang juga selaku Pembina Mel Tanjunung Kite Festival, I Wayan Mariyana Wandhira serta Anggota DPRD Provinsi Bali, AA Gede Agung Suyoga saat membuka Lomba Layang-Layang Mel Tanjung Kite Festival XVII Tahun 2026 dengan menarik layangan di Kawasan Pantai Mertasari, Sanur, Denpasar, Minggu (9/8). Sumber foto : Humas Denpasar

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Tradisi melayangan kembali semarak di kawasan Pantai Mertasari, Sanur, Denpasar.

Sebanyak 1.685 layangan dari berbagai jenis ikut ambil bagian dalam Mel Tanjung Kite Festival (MTKF) XVII Tahun 2026 yang dibuka secara resmi Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, Minggu, 9 Agustus 2026.

Pembukaan festival ditandai dengan aksi menarik layangan oleh Arya Wibawa.

Kegiatan yang digelar ST Eka Dharma, Banjar Tanjung, Desa Sanur Kauh tersebut menjadi ruang bagi para pelayang atau rare angon untuk mempertahankan tradisi sekaligus menampilkan kreativitas dalam seni melayangan.

Sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat turut hadir, di antaranya Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar sekaligus Pembina MTKF I Wayan Mariyana Wandhira, Anggota DPRD Provinsi Bali AA Gede Agung Suyoga, Camat Denpasar Selatan Ida Bagus Made Purwanasara, Perbekel Sanur Kauh I Made Ada serta Bendesa Adat Intaran I Gusti Agung Alit Kencana.

Setelah pembukaan, perlombaan diawali dengan seri Layangan Tradisional Janggan Remaja. Kondisi angin yang belum optimal tidak menyurutkan semangat peserta. Para pelayang tetap berupaya menerbangkan dan mempertahankan layangan dengan mengandalkan teknik serta strategi masing-masing.

Baca Juga:  Wagub Bali Harapkan Duta Pariwisata Gali Potensi Wisata Indonesia

Pembina MTKF I Wayan Mariyana Wandhira bersama Ketua Panitia I Made Gde Jisnu Bajasangga Wandhira mengatakan festival tahun ini mengangkat tema “Bhumi Samudra Akasa Sanggama”.

Tema tersebut menggambarkan keharmonisan antara darat, laut dan udara yang dinilai menjadi bagian penting dalam keberlangsungan budaya Bali dari satu generasi ke generasi berikutnya.

“Pelaksanaan kegiatan ini merupakan wahana untuk memberikan ruang gerak kepada para pelayang agar dalam bermain layangan tetap mengedepankan rasa tanggung jawab serta meningkatkan rasa kebersamaan di antara generasi muda dan masyarakat pelayang pada khususnya,” ujarnya.

MTKF XVII menghadirkan sejumlah kategori untuk peserta remaja dan dewasa. Jenis layangan yang dilombakan meliputi Bebean, Bebean Big Size, Janggan, Janggan Buntut, Janggan Buntut Big Size, Pecuk hingga layangan mini.

Untuk kategori layangan tradisional, peserta diwajibkan menggunakan kain dengan corak warna Bali, yaitu merah, kuning, hitam dan putih. Selain itu, festival juga mempertandingkan layangan plastik, celepuk dan mini size.

Baca Juga:  Kapolresta Denpasar Hadirin Festival Layangan Bali 2022 di Pantai Mertasari

Peserta berasal dari berbagai sekaa, klub maupun perorangan dengan total mencapai 1.685 layangan. Festival berlangsung selama tiga hari dan diharapkan menjadi ruang bagi rare angon untuk menyalurkan kreativitas sekaligus memperkuat keberadaan tradisi melayangan.

“Peserta tahun ini berasal dari sekaa, klub, maupun perorangan, dengan jumlah mencapai 1.685 layangan dari berbagai jenis tradisional dan kreasi. Semoga kegiatan yang digelar selama tiga hari ini berjalan lancar sebagai upaya melestarikan tradisi melayangan sekaligus memberikan ruang ekspresi bagi rare angon. Yang terpenting, dalam 17 tahun perjalanan Mel Tanjung Kite Festival, kami berkomitmen untuk terus profesional dan meningkatkan kualitas kegiatan setiap tahunnya,” ujarnya.

Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan MTKF yang telah memasuki tahun ke-17. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki peran penting dalam menjaga tradisi melayangan agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Pemerintah Kota Denpasar, kata Arya Wibawa, berkomitmen mendukung berbagai upaya pelestarian tradisi dan seni budaya masyarakat. Melayangan tidak hanya menjadi aktivitas rekreasi, tetapi juga memiliki potensi sebagai atraksi budaya yang memperkuat pariwisata berbasis budaya.

Baca Juga:  Denpasar Tattoo Fest 2026 Dorong Seni Tato Masuk Ekosistem Ekonomi Kreatif Kota

“Tentu kami sangat mendukung dan memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini sebagai wahana ekspresi dan kreativitas budaya bagi para pelayang yang dikenal sebagai rare angon. Layang-layang tradisional merupakan salah satu potensi budaya masyarakat yang memiliki ciri dan keunikan tersendiri. Tradisi ini juga mendorong munculnya kreativitas dan inovasi baru yang bermuara pada kelestarian budaya serta mendukung kemajuan pariwisata berbasis budaya,” ujar Arya Wibawa.

Ia berharap MTKF dapat terus digelar secara konsisten dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan setiap tahunnya. Selain itu, festival diharapkan mampu memperluas kesempatan bagi generasi muda untuk mengenal dan mencintai tradisi melayangan.

Dengan demikian, keberadaan rare angon sebagai bagian dari warisan budaya Bali dapat terus berkembang sekaligus menjadi salah satu kekuatan dalam mendukung pariwisata berbasis budaya di Kota Denpasar.(per/ub)