
UPDATEBALI.com, BULELENG – Pengurus Kabupaten (Pengkab) Akuatik Indonesia Buleleng melalui Mola-Mola Swimming Club kembali menggelar kejuaraan renang Mola-Mola Cup II di Kolam Renang Tirta Asih Mumbul, Singaraja, Minggu, 20 September 2026.
Kejuaraan tersebut diikuti 303 atlet dari kelompok yunior hingga senior yang berasal dari Kabupaten Buleleng dan Karangasem. Mola-Mola Cup II mempertandingkan 143 nomor dalam kompetisi yang berlangsung selama sehari penuh.
Jumlah peserta tahun ini meningkat sekitar 50 persen dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya. Para peserta berasal dari delapan klub renang di Buleleng dan satu klub dari Kabupaten Karangasem.
Penanggung jawab pelaksanaan sekaligus Ketua Mola-Mola Swimming Club, Wayan Setaya, mengatakan kejuaraan ini digelar sebagai wadah bagi perenang, mulai dari pemula hingga senior, untuk memperoleh pengalaman bertanding dan mengukur perkembangan kemampuan.
Selain itu, kompetisi tersebut menjadi bagian dari upaya menemukan bibit-bibit perenang potensial yang dapat dikembangkan untuk mengikuti kejuaraan pada tingkat lebih tinggi.
“Kami konsisten melaksanakan kegiatan seperti ini untuk memfasilitasi perenang mulai dari pemula hingga senior. Selain memberikan pengalaman berlomba, kegiatan ini juga menjadi salah satu cara mencari bibit-bibit perenang berbakat untuk nantinya bisa berlomba di tingkat yang lebih tinggi,” kata Wayan Setaya.
Menurut Wayan, Mola-Mola Cup akan dilaksanakan secara berkala sebagai bahan evaluasi terhadap program pembinaan masing-masing klub. Kompetisi ini juga diharapkan mendorong para atlet untuk terus mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan yang digelar Pengkab Akuatik Indonesia Buleleng dengan tingkatan lebih tinggi.
Pada pelaksanaan tahun ini, Mola-Mola Cup II menggunakan Kolam Renang Tirta Asih Mumbul yang memiliki panjang 25 meter. Lokasi tersebut berbeda dengan tahun sebelumnya yang menggunakan Kolam Nirmala Asri dengan panjang standar.
Pemilihan kolam sepanjang 25 meter tersebut dilakukan untuk memberikan pengalaman kepada atlet dalam beradaptasi dengan karakter kolam yang berbeda.
“Semata-mata kami memberi pengalaman bagi atlet untuk mencoba dan mengetahui karakter kolam yang digunakan. Atlet perlu memahami kondisi masing-masing kolam ketika mengikuti perlombaan,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Pengkab Akuatik Indonesia Buleleng Made Sumarga Jaya menyambut positif pelaksanaan Mola-Mola Cup II. Ia menilai kompetisi di tingkat klub menjadi salah satu bagian penting dalam pembinaan atlet renang.
“Kami sangat mendukung kegiatan positif seperti ini. Jika setiap klub mampu menyelenggarakan kegiatan serupa secara berkala, tentunya akan semakin banyak perenang berbakat yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan klasifikasinya,” kata Made.
Setelah Mola-Mola Cup II, Pengkab Akuatik Indonesia Buleleng dijadwalkan menggelar kejuaraan renang bertaraf nasional Den Bukit Cup II pada Desember 2026. Kejuaraan tersebut diharapkan menjadi ruang lanjutan bagi para atlet untuk mengasah kemampuan dan meningkatkan pengalaman bertanding. (adv/updatebali)


