UPDATEBALI.com, DENPASAR – Kreativitas generasi muda dalam menjaga warisan budaya Bali mendapat apresiasi melalui gelaran Meranggi Festival yang digelar Sekaa Teruna Yowana Dharma Laksana, Banjar Meranggi, Desa Kesiman Petilan, Kecamatan Denpasar Timur, Kamis 9 Juli 2026.
Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa hadir langsung dalam kegiatan tersebut sekaligus menyaksikan karya para peserta Lomba Penjor Mini. Turut hadir Anggota DPRD Provinsi Bali Anak Agung Gede Agung Suyoga, Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Denpasar.
Dalam kesempatan itu, Arya Wibawa memberikan penghargaan kepada para pemenang lomba serta menyerahkan dukungan dana kepada panitia pelaksana. Ia menilai karya yang ditampilkan peserta memiliki nilai kreativitas tinggi, mulai dari konsep, tema, detail artistik, hingga pesan yang ingin disampaikan melalui penjor mini.
Menurutnya, Meranggi Festival tidak hanya menjadi ruang perlombaan, tetapi juga wadah edukasi budaya yang mampu mendekatkan generasi muda dengan seni tradisi Bali.
“Kami sangat bangga melihat kreativitas generasi muda dalam berkarya melalui seni Penjor Mini. Kegiatan seperti ini harus terus dilestarikan dan diberikan ruang untuk berkembang,” ujar Arya Wibawa.
Sementara itu, Ketua Sekaa Teruna Yowana Dharma Laksana, Kadek Yoga Febrian Ramartha, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan Pemerintah Kota Denpasar serta Desa Kesiman Petilan terhadap kegiatan kepemudaan.
Ia berharap pelaksanaan Lomba Penjor Mini ke depan dapat berkembang menjadi agenda yang lebih besar dan menjadi bagian dari rangkaian Kesiman Festival maupun festival budaya yang digelar Pemerintah Kota Denpasar.
Tahun ini, Lomba Penjor Mini diikuti sebanyak 24 peserta dari berbagai wilayah di Bali. Tidak hanya peserta lokal, kegiatan tersebut juga menarik minat peserta dari luar Pulau Bali. Beragam karya yang ditampilkan mendapat penilaian positif dari dewan juri karena memiliki tingkat kerapian, ketelitian, dan kreativitas yang tinggi.
Selain sebagai bentuk pelestarian budaya, penjor mini juga dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai produk ekonomi kreatif. Dengan bentuk yang lebih praktis, karya tersebut berpotensi menjadi cenderamata khas Bali yang mampu memperkenalkan nilai budaya kepada masyarakat luas dan wisatawan.
Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, Tim Dom Bungkil berhasil meraih Juara I. Posisi Juara II diraih Aik Jabrik, sedangkan Juara III diraih I Kadek Juana Putra. Untuk kategori juara harapan, I Putu Wahyu Saputra meraih Juara Harapan I, I Nyoman Juliastika sebagai Juara Harapan II, dan Demen Mamenjor sebagai Juara Harapan III.
Banjar Meranggi selama ini dikenal aktif dalam menjaga keberlangsungan seni dan budaya Bali melalui berbagai kegiatan serta prestasi dalam ajang perlombaan penjor tingkat desa maupun Kota Denpasar.
“Melalui festival ini diharapkan lahir regenerasi seniman muda yang tidak hanya mampu menjaga kelestarian tradisi, tetapi juga mengembangkan potensi ekonomi kreatif berbasis budaya Bali,” ujar Kadek Yoga.
Pelaksanaan Meranggi Festival menjadi bukti bahwa inovasi budaya dapat berjalan beriringan dengan upaya pelestarian tradisi. Melalui kreativitas generasi muda, seni penjor Bali terus memiliki ruang untuk berkembang dan tetap relevan di tengah perkembangan zaman.(per/ub)





