UPDATEBALI.com, BULELENG – Kabupaten Buleleng semakin menunjukkan kesiapannya sebagai daerah penyelenggara event olahraga berskala besar.
Hal tersebut terlihat dari kepercayaan Federasi Kempo Indonesia (FKI) yang memilih Buleleng sebagai tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) FKI.
Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna yang juga menjabat sebagai Ketua Umum KONI Buleleng menyampaikan apresiasi atas kepercayaan tersebut. Menurutnya, pelaksanaan Kejurnas FKI menjadi momentum penting untuk mendorong perkembangan olahraga di Buleleng, tidak hanya bagi cabang olahraga kempo, tetapi juga seluruh cabang olahraga yang berada di bawah naungan KONI Buleleng.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Kejurnas FKI di GOR Undiksha Jinengdalem, Jumat 10 Juli 2026. Ia menilai keberhasilan Buleleng menjadi lokasi penyelenggaraan kejuaraan nasional menunjukkan bahwa daerah ini memiliki potensi dan fasilitas yang mampu mendukung event olahraga dengan cakupan lebih luas.
“Dalam kurun waktu satu tahun ini kita sudah menyelenggarakan dua kejuaraan Nasional, bahkan salah satunya Vovinam itu kejuaraan tingkat dunia. Harapan kami Cabor lainnya mampu menggelar kejuaraan serupa,” ujarnya.
Wabup Supriatna menambahkan, keberadaan ajang olahraga berskala nasional maupun internasional memberikan manfaat yang lebih luas bagi daerah. Selain menjadi ruang pembinaan dan peningkatan prestasi atlet, kegiatan tersebut juga membuka peluang promosi berbagai potensi yang dimiliki Kabupaten Buleleng.
Menurutnya, kehadiran ratusan atlet, pelatih, dan official dari berbagai daerah di Indonesia turut memberikan dampak positif terhadap sektor ekonomi, khususnya melalui pergerakan wisatawan dan aktivitas pendukung selama pelaksanaan kejuaraan.
Pemkab Buleleng, lanjutnya, juga berencana menjalin kerja sama lanjutan dengan FKI untuk menghadirkan kejuaraan dengan level yang lebih tinggi. Salah satunya adalah rencana penyelenggaraan kejuaraan kempo tingkat dunia di Kabupaten Buleleng.
Sementara itu, Ketua Panitia Kejurnas FKI Yulianto Maris menyampaikan bahwa kejuaraan tersebut diikuti oleh 14 provinsi dengan jumlah peserta sebanyak 143 atlet yang bertanding dalam 43 nomor pertandingan.
“Kejurnas ini kami laksanakan dalam rangka untuk mencari bibit-bibit kesatria berprestasi yang akan dipersiapkan untuk gelaran kejuaraan dunia. Kami sudah lima kali melaksanakan kejuaraan dunia,” ujar Yulianto Maris.
Pelaksanaan Kejurnas FKI di Buleleng menjadi bukti bahwa daerah tersebut terus berkembang sebagai salah satu lokasi potensial untuk penyelenggaraan event olahraga besar. Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah, KONI, dan berbagai federasi olahraga diharapkan mampu melahirkan lebih banyak kompetisi berkualitas sekaligus meningkatkan prestasi atlet lokal. (adv/ub)





