UPDATEBALI.com, DENPASAR – Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa meninjau langsung karya ogoh-ogoh milik Sekehe Teruna Teruni (STT) yang masuk nominasi 16 besar dalam ajang Kasanga Festival Icaka Warsa 1948 Tahun 2026.
Peninjauan tersebut dilaksanakan di sejumlah banjar di wilayah Denpasar Utara pada Rabu, 4 Maret 2026 malam.
Dalam kunjungan tersebut, Arya Wibawa bersama rombongan mendatangi empat titik lokasi, yakni Banjar Saih Desa Peguyangan Kaja, Banjar Poh Gading Desa Ubung Kaja, Banjar Binoh Kelod Desa Ubung Kaja, Banjar Sedana Merta Ubung, serta diakhiri di Banjar Panti Gede Desa Pemecutan Kaja.
Turut hadir dalam peninjauan tersebut anggota DPRD Bali dari Dapil Kota Denpasar, di antaranya I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, AA Gede Agung Suyoga, serta Anak Agung Istri Paramita Dewi.
Hadir pula Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Raka Purwantara dan Camat Denpasar Utara, I Wayan Ariyanta.
Arya Wibawa menjelaskan bahwa kunjungan ini dilakukan untuk memberikan motivasi sekaligus memastikan kesiapan para peserta nominasi menjelang pelaksanaan Kasanga Festival 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan sejumlah masukan untuk menyempurnakan penampilan ogoh-ogoh saat pawai nanti.
“Kami melihat kreativitas STT di Kota Denpasar terus berkembang dari tahun ke tahun. Hampir semua karya yang kami pantau sangat bagus, namun dalam perlombaan tentu akan dipilih yang terbaik,” ujar Arya Wibawa.
Ia juga mengingatkan para peserta agar turut menjaga ketertiban serta kebersihan lingkungan selama pelaksanaan pawai ogoh-ogoh pada Kasanga Festival 2026.
Sementara itu, Ketua STT Eka Dharma Banjar Saih Peguyangan Kaja menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung Wakil Wali Kota Denpasar bersama jajaran pemerintah kota.
“Kehadiran Bapak Wawali menjadi motivasi bagi kami untuk menampilkan karya terbaik sekaligus menjadi ruang diskusi bagi generasi muda untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan Kota Denpasar,” ujarnya.
Perwakilan STT Cantika Banjar Sedana Merta Ubung, Panji, menambahkan bahwa ogoh-ogoh yang mereka garap tahun ini mengusung konsep Banyu Pinaruh.
Proses pengerjaan telah dimulai sejak Desember dan saat ini progresnya telah mencapai sekitar 90 persen menjelang pawai yang akan digelar di Lapangan Puputan.(per/ub)




