Menuju Kabupaten Terinovatif, Wabup Diar Ajak OPD dan Sekolah Gencarkan Inovasi

0
161
Wabup Diar membuka webinar pengembangan inovasi daerah dan mengajak seluruh perangkat daerah serta unit kerja untuk meningkatkan partisipasi dalam menciptakan inovasi demi menjadikan Bangli kabupaten terinovatif.
Wabup Diar membuka webinar pengembangan inovasi daerah dan mengajak seluruh perangkat daerah serta unit kerja untuk meningkatkan partisipasi dalam menciptakan inovasi demi menjadikan Bangli kabupaten terinovatif. Sumber foto : Humas Bangli

UPDATEBALI.com, BANGLI Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar, membuka Webinar Pengembangan Inovasi Daerah di Ruang Rapat Bupati Gedung BMB Kantor Bupati Bangli, Selasa, 23 September 2025.

Acara yang digelar secara daring ini diikuti Pimpinan Perangkat Daerah (PD), BUMD, camat, lurah/perbekel, kepala puskesmas, hingga kepala sekolah SD dan SMP se-Kabupaten Bangli.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Bangli, I Nengah Wikrama, dalam laporannya memaparkan capaian positif Indeks Inovasi Daerah (IID) Kabupaten Bangli.

Baca Juga:  Klungkung Pertahankan Predikat Zona Hijau Kepatuhan Tinggi Standar Pelayanan Publik

Dari 2022 hingga 2024, IID meningkat dari 36,51 menjadi 63,33, sehingga Bangli masuk kategori “Sangat Inovatif” secara nasional dengan peringkat ke-54 dan posisi ketiga di tingkat provinsi. Jumlah inovasi juga melonjak signifikan, dari 7 inovasi pada 2022 menjadi 53 inovasi di 2024.

Berdasarkan perhitungan mandiri tahun 2025, IID diperkirakan kembali naik menjadi 73,96 dengan total 106 inovasi, mempertegas konsistensi Bangli dalam mempertahankan predikat “Sangat Inovatif”.

Meski demikian, Wabup I Wayan Diar menyoroti rendahnya tingkat partisipasi unit kerja dalam melaporkan inovasi. Data Innovations Government Award (IGA) 2025 mencatat, dari 317 perangkat daerah atau unit kerja, baru 68 yang berpartisipasi (21,45%).

Baca Juga:  Pemkab Buleleng Luncurkan Portal Satu Data untuk Peningkatan Transparansi dan Pelayanan Publik

“Data ini mengindikasikan bahwa tingkat partisipasi kita masih sangat rendah. Andai 50% lebih OPD dan unit kerja telah berpartisipasi, tidak sulit mewujudkan Bangli sebagai kabupaten terinovatif,” tegasnya.

Wabup menekankan bahwa inovasi tidak selalu identik dengan teknologi canggih atau berbiaya besar. Perubahan pola kerja, penyederhanaan prosedur, hingga kolaborasi lintas sektor dapat menjadi bentuk inovasi yang berdampak.

Baca Juga:  Menuju Bali Era Baru, Putri Koster Gandeng Kelompok Ahli Sosialisasikan Pergub Bali Nomor 26 Tahun 2020 Tentang Sipandu-Beradat 

“Yang terpenting adalah adanya komitmen dan semangat untuk terus berinovasi,” ujar Diar.

Ia pun mengajak seluruh OPD, BUMD, puskesmas, desa/kelurahan, hingga sekolah di Bangli untuk memperluas upaya pengembangan inovasi, agar Bangli semakin adaptif dalam tata kelola pemerintahan, mempercepat pembangunan, dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Webinar ini diharapkan menjadi momentum memperkuat kolaborasi dan menumbuhkan semangat berinovasi di Kabupaten Bangli.(yud/ub)