UPDATEBALI.com, BADUNG – Tidak terasa Rumah Sakit Universitas Udayana memasuki tahun yang ke 4. RS Universitas Udayana menjadi rumah sakit rujukan yang mendukung berbagai kegiatan internasional yang diselenggarakan di Bali seperti G20 dan GPDRR.
Dalam memperingati HUT RS Universitas Udayana ke 4 Direktur Utama Rumah Sakit Universitas Udayana Prof. Dr. dr. I Dewa Made Sukrama, Msi, Sp. MK, didampingi Dir yanmed dan Keperawatan, Dr. I Wayan Aryabiantara, Sp.An, serta Dir SDM dan Akademik, Dr. Komang Ayu Witarini, Sp.A, dan pejabat lainnya mengadakan pers conference di Udayana Internasional Convention Center (UICC), Jimbaran, Badung pada Sabtu (3/9/2022).
Dirut Dewa Made Sukrama mengatakan Rumah Sakit Universitas Udayana (RS UNUD) bersama dengan 4 rumah sakit lainnya di Bali ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan pelaksana pelayanan kesehatan dalam kegiatan Presidensi G20 Indonesia. Pergelaran internasional lainnya yang dilaksanakan di Bali, seperti Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) selama 23-28 Mei dan Word Conference on Constitutional Justice (WCCJ) yang akan diselenggarakan pada 4-7 Oktober 2022.
“RS UNUD adalah salah satu RS Negeri Tipe B yang berada di bawah naungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dan dirancang sebagai wahana pendidikan calon dokter/nakes lainnya,” kata Dirut Dewa Made Sukrama.
Dirut Dewa Made Sukrama, juga menjelaskan RS UNUD memiliki program Emergency Call Udayana (ECU), ECU merupakan layanan respon cepat terhadap kondisi darurat medis di wilayah Bali, khususnya Badung Selatan. Didukung dengan ketersediaan 4 buah motor ambulance dan 2 ambulance advance. Pembentukan ECU didasari akan kebutuhan dalam bidang penanganan kegawatdaruratan secara cepat, akurat dan profesional.
“Keberadaan ECU akan membantu menurunkan tingkat keparahan sakit dan angka kematian pasien baik masyarakat lokal maupun wisatawan asing ataupun domestik,” jelasnya.
Dr. I Wayan Aryabiantara menambahkan program kedua yakni Travel Medicine Center merupakan spesialisasi dari kesehatan global yang dikhususkan untuk menjaga kesehatan para wisatawan yang bepergian lintas negara. Selama melakukan perjalanan internasional, wisatawan dapat terpapar oleh berbagai penyakit yang disebabkan oleh perubahan cuaca, geografi, dan paparan-paparan yang mengarah pada penyakit menular maupun kecelakaan selama berwisata.
“Selain meningkatkan kelas rumah sakit dari rumah sakit Kelas C menjadi Kelas B, tahun ini RS Unud juga mengajukan permohonan kepada Menteri Kesehatan untuk ditetapkan sebagai RS Pendidikan agar dapat digunakan sebagai tempat pelaksanaan program pendidikan profesi dokter, dokter spesialis, dan ilmu kesehatan lainnya,” tambahnya.
Dr. I Wayan Aryabiantara, juga menuturkan RS UNUD sudah menyediakan tempat tidur sebanyak 200 buah. Dan Pelayanan Poliklinik RS UNUD berada di bawah Instalasi Rawat Jalan terdiri dari pelayanan dokter umum, dokter gigi umum, pelayanan dokter spesialis hingga fisioterapi.
“Pelayanan IGD menggunakan sistem triase START (Simple Triage And Rapid Treatment) dimana pengkategorian pasien dibedakan menurut kegawatannya dengan kode warna. Kode merah untuk pasien gawat darurat, kode kuning untuk pasien gawat tapi tidak darurat, kode hijau untuk pasien tidak gawat dan tidak darurat,” tutur Aryabiantara.(den/ub/unud.ac.id)





