spot_img
spot_img
BerandaBaliMasalah Siswa Tak Bisa Baca, Dewan Buleleng Targetkan Tuntas dalam Tiga Bulan

Masalah Siswa Tak Bisa Baca, Dewan Buleleng Targetkan Tuntas dalam Tiga Bulan

UPDATEBALI.com, BULELENG – DPRD Kabupaten Buleleng memberikan target selam tiga bulan kepada Kepala Sekolah dan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) untuk menyelesaikan masalah 842 siswa SD dan 375 siswa SMP yang masih mengalami kesulitan membaca, menulis, dan berhitung (calistung).

Ketua DPRD Buleleng, Ketut Ngurah Arya menyebut, pihaknya memandang hal ini sebagai masalah serius yang perlu segera ditangani. Sehingga pihaknya mengundang seluruh komponen pendidikan di Buleleng untuk menyelesaikan dan mencari solusi serta formasi yang tepat agar siswa yang mengalami kesulitan membaca, menulis dan menghitung dalam tiga bulan bisa tuntas.

Baca Juga:  Dinas Pertanian Layani Pembelian Solar Subsidi Bagi Petani saat Cuti Bersama

Salah satu cara yang dapat segera dilakukan pada masing-masing sekolah yakni menscreening siswa dengan memberikan kelas khusus sampai bisa tanpa memberikan pelajaran tambahan yang akan dievaluasi secara berkala.

“Dalam jangka pendek kami meminta dalam tiga bulan kedepan siswa yang belum bisa membaca dan menulis agar bisa dituntaskan, dan berkebutuhan khusus nanti dicarikan solusinya seperti penambahan guru khusus,” Kata dia, Senin 5 Mei 2025.

Baca Juga:  Pemkab Jembrana Gelontorkan Rp 3,6 Miliar untuk Beasiswa Mahasiswa Berprestasi

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Ariadi mengatakan, akan menindaklanjuti masukan dan arahan yang disampaikan dalam rapat tersebut. Selain program untuk kelas khusus, Dinas Pendidikan juga melibatkan pendampingan dari Dosen dan Mahasiswa Undiksha, Screening siswa, dan melakukan fasilitasi yang di asesmen oleh konselor psikologi dari Primaga yang nanti dilakukan di SMP 1 Singaraja dengan melibatkan 375 siswa SMP.

Baca Juga:  Mahasiswa FK Unud Raih Juara Satu Internasional Literature Review AMSW 2023

Dimana dengan metode kelas khusus selama 2.5 jam setiap hari, siswa akan ditempatkan dalam satu kelas khusus untuk belajar menulis, membaca dan berhitung. Sementara saat ini sudah ada hasil yakni sebanyak 12 siswa sudah bisa membaca dan sisanya masih berproses.

“Dari metode ini diharapkan ada salah satu solusi yang bisa dipakai untuk masing-masing sekolah dengan tetap memperhatikan fisikologis siswa,” Tandas dia.(dna/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments