UPDATEBALI.com, BULELENG – Komisi IV DPRD Buleleng menyoroti persoalan adanya siswa tingkat SMP yang belum bisa membaca. Hal ini terungkap dalam Rapat Komisi IV DPRD Buleleng bersama Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan membahas Perda tentang LKPJ Tahun 2024 diruang Komisi IV DPRD Buleleng.
Ketua Komisi IV Nyoman Sukarmen menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam menyelesaikan masalah pendidikan di Buleleng. Ia mendorong pencarian akar permasalahan serta penerapan metode pembelajaran yang lebih efektif dan mendorong minat baca siswa.
“Permasalahan Pendidikan di Kabupaten Buleleng harus segera dicari formula atau metode yang efektif guna meningkatkan semangat belajar dan minat baca di kalangan para siswa. Ini tanggung jawab kita bersama tidak hanya para guru, para orang tua juga harus ikut serta memberikan pembelajaran di rumah serta pemerintah melalui Dinas Pendidikan meyiapkan mekanisme pembelajaran efektif yang mempermudah para Guru dan meningkatkan semangat belajar bagi para siswa,” Kata dia, Rabu 16 April 2025.
Sementara itu, Ketua DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya mengatakan, pendidikan di Buleleng sudah berjalan dengan baik, akan tetapi masih ada yang perlu dibenahi. Seperti masih adanya siswa SMP yang belum bisa membaca dengan beberapa faktor dan kendala yang dialami beberapa sekolah di Kabupaten Buleleng.
“Saya berharap Dinas Pendidikan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap metode pembelajaran, kinerja guru, serta efektivitas program literasi yang sudah berjalan. Kami mengusulkan agar dilakukan asesmen ulang terhadap kemampuan dasar siswa secara berkala, sehingga permasalahan seperti ini bisa segera terdeteksi dan ditangani sejak dini,” Terang dia.
Turut hadir pada rapat tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Buleleng, Plt. Kadis Pendidikan beserta staf, Plt. Kadis Kesehatan beserta staf serta Tim Ahli DPRD Buleleng.(dna/ub)





