spot_img
spot_img
BerandaBaliLangkah Nyata PLN Menuju Net Zero 2045, Nusa Penida Jadi Etalase Energi...

Langkah Nyata PLN Menuju Net Zero 2045, Nusa Penida Jadi Etalase Energi Bersih Bali

UPDATEBALI.comDENPASARPT PLN (Persero) mempertegas komitmennya dalam mendukung terwujudnya Nusa Penida sebagai pulau mandiri energi bersih.

Melalui pengembangan pembangkit energi baru terbarukan (EBT) dan rencana infrastruktur kendaraan listrik, PLN menggandeng pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku usaha untuk mempercepat transisi menuju 100 persen energi bersih di wilayah kepulauan Bali tersebut.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali, Eric Rossi Priyo Nugroho, mengungkapkan bahwa sistem kelistrikan Nusa Penida saat ini memiliki beban puncak sebesar 15,1 MW, dengan bauran EBT mencapai 30 persen yang terdiri dari PLTS 4,5 MWp dan sistem penyimpanan energi BESS 3 MW.

“Dalam RUPTL 2024–2034, PLN telah menyiapkan tambahan pembangkit EBT sebesar 21,5 MW dari PLTS, PLTB, dan BESS. Dengan proyeksi beban puncak mencapai 32 MW pada 2034, masih ada gap sekitar 11 MW yang akan terus kami dorong untuk dialihkan dari energi fosil ke energi bersih,” jelas Eric.

Baca Juga:  Wujud Tali Kasih Serangkaian Hut ke-420 Kota Singaraja, Pj Bupati Buleleng Berbagi ke LKSA

Selain itu, PLN juga tengah menyiapkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Nusa Penida guna mendukung ekosistem kendaraan listrik di kawasan tersebut.

“Kami melihat Nusa Penida memiliki potensi besar menjadi green island. PLN siap mendorong pengembangan SPKLU di sana, baik melalui inisiatif internal maupun kerja sama dengan mitra swasta. Ini penting untuk mendukung mobilitas ramah lingkungan di wilayah kepulauan,” tambahnya.

Saat ini, PLN telah mengoperasikan 146 unit SPKLU di 102 lokasi di seluruh Bali. Untuk periode 2025–2026, PLN belum berencana menambah SPKLU di Bali daratan karena rasio antara jumlah kendaraan listrik dan unit SPKLU sudah terpenuhi.

Baca Juga:  Kebaya akan Diusulkan jadi Warisan Budaya Takbenda UNESCO

Fokus pengembangan diarahkan untuk memperluas akses energi bersih di kawasan kepulauan seperti Nusa Penida, yang menjadi etalase transisi energi Bali.

Langkah ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam percepatan penerapan energi bersih dan target Net Zero Emission 2045.

Dalam audiensi yang digelar oleh Dinas Ketenagakerjaan dan ESDM Provinsi Bali bersama PT INAKO pada 10 Oktober 2025, PLN hadir sebagai mitra strategis untuk memastikan keandalan sistem kelistrikan sekaligus mendukung studi kelayakan pengembangan energi bersih di Nusa Penida.

Koordinator Tim Percepatan Energi Bersih Bali, Prof. Ir. Ida Ayu Dwi Giriantari, M.Eng.Sc., Ph.D., menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi PLN dan Inako dalam mempercepat transisi energi.

“Kami berterima kasih atas komitmen PLN dan Inako dalam pengembangan energi bersih di Nusa Penida. Kajian peta jalan menuju 100 persen EBT menunjukkan tantangan besar, terutama pada pertumbuhan beban listrik yang cepat dan keterbatasan infrastruktur,” ujarnya.

Baca Juga:  Menpan-RB Harap Manfaat Radio RPKD 92.FM Makin Meluas

Senada, Ir. Ida Bagus Setiawan, ST., M.Si., menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mencapai target tersebut.

“Sesuai hasil studi energi bersih untuk Nusa Penida 2030, kuncinya adalah kerja sama antara pemerintah dan badan usaha, baik nasional maupun daerah. Pintu kolaborasi sangat terbuka,” katanya.

Melalui sinergi berkelanjutan antara PLN, pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku usaha, diharapkan Nusa Penida dapat menjadi model pulau hijau berbasis energi bersih dan berkelanjutan, yang tidak hanya mendukung ketahanan energi tetapi juga membuka peluang ekonomi hijau bagi masyarakat lokal.(yud/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments