Sabtu, Juli 20, 2024
BerandaBaliKota Singaraja Alami Deflasi pada Awal Juli 2024, Stabilitas Harga Pangan Terjaga

Kota Singaraja Alami Deflasi pada Awal Juli 2024, Stabilitas Harga Pangan Terjaga

UPDATEBALI.comBULELENG – Tim Satuan Tugas Ketahanan Pangan Kabupaten Buleleng melaporkan bahwa Kota Singaraja mengalami deflasi pada awal bulan Juli ini, berdasarkan hasil pemantauan di Pasar Anyar pada hari Senin, 1 Juli 2024.

Sekretaris Tim Satuan Tugas Ketahanan Pangan Kabupaten Buleleng, Made Rousmini, menjelaskan bahwa kondisi harga komoditas pangan masih stabil, bahkan beberapa mengalami penurunan harga.

Pada Rakornas Pengendalian Inflasi yang diselenggarakan secara virtual di ruang rapat Kantor Bupati Buleleng hari ini Selasa,  Juli 2024, Made Rousmini menyampaikan bahwa deflasi Kota Singaraja mencatatkan angka -0,53 persen secara bulanan, lebih dalam dibandingkan bulan sebelumnya yang mencatat -0,33 persen pada Mei 2024. Meskipun demikian, inflasi pada semester pertama tahun 2024 hingga Juni tetap terkendali dengan angka 0,40 persen.

Baca Juga:  Putri Koster ajak Masyarakat Menjaga Kelestarian Kain Tenun dalam FGD Analisis dan Evaluasi Hukum UMKM 

Deflasi ini terutama dipengaruhi oleh penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada komponen bergejolak seperti bawang merah, tomat, kol putih, daging ayam ras, dan sawi hijau. Meskipun beras juga mengalami deflasi, kontribusinya tidak signifikan, namun perlu diperhatikan mengingat potensi penurunan produksi pasca puncak panen raya dan masuknya musim kemarau panjang.

Pemerintah dan pihak terkait diharapkan terus memantau perkembangan ini untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan inflasi tetap dalam target yang telah ditetapkan.

Baca Juga:  Resmi Dibuka, Buleleng Mart Menjadi Simbol Baru Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat

Selain itu, berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi tahunan Indonesia turun menjadi 2,51% pada hari Senin kemarin, dari sebelumnya 2,84%. Penurunan ini menunjukkan pencapaian positif dalam pengendalian inflasi, meskipun angka tersebut masih dalam rentang yang baik sesuai dengan target inflasi nasional.

Plt. Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, dalam arahannya mengungkapkan apresiasi atas kerja keras semua pihak dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Baca Juga:  Dipusatkan di Badung, Wabup Ketut Suiasa Hadiri Puncak Peringatan Hari Koperasi Ke-76

“Angka inflasi 2,51% ini termasuk dalam kategori yang baik. Meskipun pernah mencapai 2,28% pada bulan September 2023, pencapaian ini patut kita syukuri sebagai hasil dari kebersamaan dan kerja keras kita semua,” ujarnya.

Pemerintah berharap bahwa penurunan inflasi ini akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian, meningkatkan daya beli masyarakat, serta menjaga stabilitas harga barang dan jasa di Indonesia.

Kedua berita tersebut mencerminkan kondisi ekonomi lokal Kota Singaraja serta capaian nasional dalam pengendalian inflasi yang perlu terus dipantau dan diperhatikan oleh seluruh pihak terkait.(adv/gb)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments