Komitmen Sosial dan Lingkungan, Nakula Hadirkan Model Bisnis Perhotelan Berbasis Kearifan Lokal

0
275
Komitmen Sosial dan Lingkungan, Nakula Hadirkan Model Bisnis Perhotelan Berbasis Kearifan Lokal
Komitmen Sosial dan Lingkungan, Nakula Hadirkan Model Bisnis Perhotelan Berbasis Kearifan Lokal. sumber foto : Nakula

UPDATEBALI.com, TABANAN– Bukan hanya fokus pada profit, Nakula menjadikan keberlanjutan dan penguatan ekonomi lokal sebagai bagian integral dari perjalanan bisnisnya. Terinspirasi oleh filosofi Tri Hita Karana—harmoni antara manusia, alam, dan spiritualitas—perusahaan ini membangun standar baru dalam pengelolaan properti yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Salah satu manifestasi konkret dari nilai-nilai ini dapat dilihat di Amarta Beach Retreat, sebuah properti unggulan Nakula yang berlokasi di pesisir Tabanan. Dengan desain arsitektur hijau dan operasional yang menyatu dengan alam, Amarta tidak hanya menawarkan pengalaman menginap yang mewah, tetapi juga ramah lingkungan. Penghapusan plastik sekali pakai, penggunaan amenities berbahan alami, sistem daur ulang air, hingga panel surya menjadi bagian dari praktik standar yang diterapkan.

Baca Juga:  Diseminasi Penelitian Pascasarjana Unud 2021

Namun komitmen Nakula tidak berhenti pada sisi lingkungan. Perusahaan juga berkolaborasi erat dengan komunitas lokal, seniman, institusi pendidikan, hingga pelaku pariwisata untuk memperkuat ekosistem budaya dan regenerasi talenta muda di industri perhotelan.

“Selama perusahaan ini terus berjalan dengan sehat, tujuan kami adalah menjadi market leader yang membuka lapangan pekerjaan berkualitas bagi masyarakat lokal,” kata Christian Sunjoto.

Baca Juga:  Wabup Bangli Beri Semangat Kontingen Atlet Pelajar Menuju POPNAS XVII Jakarta

Upaya ini diwujudkan melalui program pelatihan berkelanjutan yang tak hanya meningkatkan kompetensi karyawan, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dengan masyarakat sekitar.

Nakula membuktikan bahwa keberhasilan bisnis tidak harus mengorbankan nilai sosial dan ekologis. Sebaliknya, dengan menjadikan keduanya sebagai bagian inti dari strategi, perusahaan justru menciptakan diferensiasi yang kuat dan relevan di mata pasar global. (*/ub)