Kolaborasi Seni dan Fashion, Bali Fashion Network 2025 Gaungkan Mode Ramah Lingkungan

0
360
Bali Fashion Network (BFN) 2025 kembali hadir dengan acara kolaboratif yang menggabungkan seni visual dan fashion untuk meningkatkan kesadaran tentang keberlanjutan lingkungan.
Bali Fashion Network (BFN) 2025 kembali hadir dengan acara kolaboratif yang menggabungkan seni visual dan fashion untuk meningkatkan kesadaran tentang keberlanjutan lingkungan. Sumber foto: den/ub

UPDATEBALI.com, DENPASARBali Fashion Network (BFN) 2025 kembali hadir dengan menggabungkan seni visual dan fashion untuk meningkatkan kesadaran tentang keberlanjutan lingkungan.

Hal tersebut disampaikan oleh Chris Rianto, Founder Paramatex didampingi Tami, selaku Manager Marketing Paramatex, Calvin Gozali, Bank OCBC area Head Bali Nusa Tenggara saat konferensi pers pada Sabtu, 26 Oktober 2024 di Paramatex, Denpasar.

Chris Rianto memaparkan, BFN 2025 akan diadakan pada 2 November 2024 di Mall Bali Galeria Badung, BFN juga menampilkan karya dari Muklay, seniman visual Indonesia yang dikenal melalui gaya seni berwarna-warni dan eksentrik. Karya Muklay, yang pernah dipamerkan di berbagai negara seperti Jepang dan Korea Selatan, kali ini hadir dengan tema pelestarian lingkungan dan isu plastik, sebagai bagian dari upaya menginspirasi langkah konkret menuju ekosistem yang lebih sehat.

Baca Juga:  Musim Kemarau, Lahan Kering di Bukit Desa Banyupoh Kebakaran

Kolaborasi ini mengambil inspirasi dari Garuda Wisnu Kencana (GWK) – simbol Bali yang merepresentasikan Dewa Wisnu sebagai pelindung alam semesta. GWK tidak hanya menjadi ikon budaya, tetapi juga mencerminkan komitmen untuk menjaga keseimbangan lingkungan. Melalui visualnya, Muklay menghadirkan karya bertema lingkungan yang diaplikasikan pada item fashion, sebagai pengingat akan dampak buruk sampah plastik dan pentingnya kesadaran lingkungan.

Baca Juga:  Wujudkan Pemilu 2024 yang Aman, Polda Bali Gelar Pertemuan dengan Netizen 

“Paramatex mendukung penuh acara BFN 2025 sebagai pemasok kain berkelanjutan dengan mempromosikan konsep sustainable fashion di Indonesia melalui kain daur ulang dan bahan organik,” ungkapnya.

Chris Rianto, mengungkapkan bahwa kolaborasi ini adalah upaya penting untuk menyampaikan pesan tanggung jawab lingkungan dalam dunia mode.

“Fashion tidak hanya soal estetika, tetapi juga menciptakan dampak positif bagi lingkungan dan komunitas kita,” ujar Chris.

Baca Juga:  Arus Pendek Listrik, Bale Bali Ludes Terbakar

BFN 2025 mengajak berbagai pihak, dari pelaku bisnis fashion, seniman, hingga aktivis lingkungan, untuk berkolaborasi dan berbagi pengetahuan tentang praktik mode berkelanjutan.

Chris Rianto berharap, BFN 2025 bisa menjadi wadah bagi pebisnis fashion dan inisiatif ini akan semakin memperkuat posisi Indonesia dalam industri fashion global yang ramah lingkungan dan relevan.(den/ub)