Kisah Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra yang Sukses Angkat Potensi Lokal hingga Tingkat Dunia

0
260
Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana (kedua kiri) bersama Wakil Menteri Pariwisata RI Ni Luh Puspa (kedua kanan) berfoto Bersama dengan dua penggerak Desa Sejahtera Astra, yaitu Zainul Arifin (kiri) dan Nur Ahmadi (kanan) penerima penghargaan Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI.
Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana (kedua kiri) bersama Wakil Menteri Pariwisata RI Ni Luh Puspa (kedua kanan) berfoto Bersama dengan dua penggerak Desa Sejahtera Astra, yaitu Zainul Arifin (kiri) dan Nur Ahmadi (kanan) penerima penghargaan Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI. Sumber foto : Astra Internasional/Updatebali

UPDATEBALI.com, JAKARTA — Dua penggerak program Desa Sejahtera Astra (DSA), Zainul Arifin dari DSA Ketapanrame dan Nur Ahmadi dari DSA Wukirsari, menerima Tanda Kehormatan Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden Republik Indonesia.

Penghargaan tersebut diberikan atas kiprah keduanya dalam mengembangkan potensi pariwisata desa berbasis komunitas sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Penyerahan penghargaan dilakukan Menteri Pariwisata Republik Indonesia Widiyanti Putri Wardhana di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Satyalencana Kepariwisataan merupakan tanda kehormatan resmi dari Presiden RI yang diberikan kepada individu yang dinilai berjasa dalam bidang kepariwisataan. Penghargaan ini sekaligus menjadi pengakuan atas kontribusi nyata dalam mengembangkan potensi pariwisata dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto mengatakan, penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi kedua penggerak DSA yang telah mendapatkan pendampingan Astra sejak 2023.

Baca Juga:  Dari Kain Batik ke Harapan Desa, Kolaborasi Anjani dan Astra Hidupkan Budaya Bumiaji

“Astra mengapresiasi penghargaan yang diterima oleh kedua penggerak Desa Sejahtera Astra yang telah mendapatkan pendampingan Astra sejak tahun 2023 dalam berkontribusi memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat pengembangan pariwisata berbasis komunitas sekaligus memberikan nilai ekonomi secara berkelanjutan. Penghargaan ini adalah kemenangan bagi seluruh masyarakat desa yang tak lelah berinovasi dan semoga dapat menularkan inspirasi bagi desa-desa lainnya untuk terus berkarya dan tumbuh bersama Indonesia,” ujar Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto.

Di Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Zainul Arifin berperan dalam mengembangkan tanah kas desa menjadi destinasi wisata unggulan, antara lain Taman Ghanjaran dan Sumber Gempong.

Baca Juga:  Program Desa Sejahtera Astra Pacitan Lepas Pengiriman Gula Aren Organik ke Pasar Internasional

Pengembangan kawasan wisata tersebut dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak serta investasi masyarakat yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa). Langkah itu tidak hanya memperkuat sektor pariwisata desa, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi warga sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes).

Sementara itu, Nur Ahmadi di Desa Wukirsari, Bantul, Yogyakarta, konsisten mengembangkan pariwisata dengan mengedepankan kelestarian lingkungan dan budaya lokal.

Salah satu potensi yang terus dikembangkan adalah Batik Tulis Giriloyo. Pengembangan wisata dan produk budaya tersebut turut memperluas pengenalan Desa Sejahtera Astra Wukirsari hingga ke tingkat internasional.

Desa tersebut bahkan berhasil meraih penghargaan The Best Tourism Village 2024 dari United Nations Tourism. Pencapaian tersebut menjadi salah satu bukti bahwa pengembangan potensi lokal berbasis masyarakat dapat membuka peluang ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan budaya desa.

Baca Juga:  Peradi Apresiasi Capaian Kinerja Presiden Jokowi Selama 2021

Kiprah Zainul Arifin dan Nur Ahmadi menjadi bagian dari upaya Desa Sejahtera Astra dalam mendorong masyarakat mengoptimalkan potensi lokal agar memberikan manfaat berkelanjutan bagi desa dan lingkungan sekitarnya.

Dalam perjalanannya selama hampir tujuh dekade, Astra menyebut telah memberikan manfaat kepada lebih dari 16 juta masyarakat. Jumlah tersebut mencakup 6,9 juta tenaga kerja beserta keluarganya serta sekitar 3 juta penerima manfaat kontribusi sosial melalui program Desa Sejahtera Astra.

Program tersebut saat ini telah tersebar di 1.533 desa yang berada di 35 provinsi di Indonesia.

Astra menegaskan komitmen untuk melanjutkan berbagai upaya pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Langkah tersebut sejalan dengan cita-cita Astra untuk Sejahtera Bersama Bangsa sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia.(den/updatebali)