Wamen PPPA Kunjungi Desa Bugisan Klaten, Potensi Budaya hingga UMKM Jadi Sorotan

0
338
Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia Veronica Tan (kedua kiri), Head of Environment & Social Responsibility Astra Diah Suran Febrianti (kedua kanan) serta Penggerak Desa Sejahtera Astra Bugisan Rudi Riono (tengah) dalam simbolisasi komitmen pengembangan kebun pangan di Desa Sejahtera Astra Bugisan, Klaten, Jawa Tengah, Rabu (12/8).
Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia Veronica Tan (kedua kiri), Head of Environment & Social Responsibility Astra Diah Suran Febrianti (kedua kanan) serta Penggerak Desa Sejahtera Astra Bugisan Rudi Riono (tengah) dalam simbolisasi komitmen pengembangan kebun pangan di Desa Sejahtera Astra Bugisan, Klaten, Jawa Tengah, Rabu (12/8). Sumber foto : Astra Internasional/Updatebali

UPDATEBALI.com, KLATEN – Pengembangan wisata berbasis budaya di Desa Sejahtera Astra Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, mendapat perhatian dari Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia Veronica Tan.

Veronica Tan mengunjungi desa binaan PT Astra International Tbk (Astra) tersebut pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Kunjungan ini dilakukan untuk melihat secara langsung pengembangan desa wisata yang mengusung konsep living culture dengan menjadikan kehidupan masyarakat, budaya, serta potensi lokal sebagai bagian dari daya tarik wisata.

Dalam kunjungan tersebut, Veronica Tan didampingi Head of Environment & Social Responsibility Astra Diah Suran Febrianti dan Penggerak Desa Sejahtera Astra Bugisan Rudi Riono. Rangkaian kegiatan berlangsung di Paseban Candi Kembar dan diawali dengan pertunjukan kesenian Gejog Lesung.

Selanjutnya, Veronica melihat berbagai produk UMKM yang dikelola perempuan desa serta mengikuti sejumlah aktivitas yang menggambarkan kehidupan dan budaya masyarakat Bugisan.

Berbagai kegiatan masyarakat turut diperkenalkan, mulai dari pembuatan emping, menikmati jamu tradisional, hingga melukis topeng dan membuat ecoprint.

Baca Juga:  Astra Serahkan 35 Ambulans dalam Natal Nasional 2025 untuk Perkuat Respons Darurat Kesehatan

Veronica juga meninjau sektor ketahanan pangan melalui demplot yang mencakup persawahan, budidaya itik petelur dan lele, serta pengelolaan maggot Black Soldier Fly (BSF).

Desa Sejahtera Astra Bugisan berada di kawasan selatan Candi Plaosan dan mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat atau community-based tourism. Budaya lokal, kerajinan, seni tradisional dan wisata edukasi menjadi bagian utama dari konsep yang ditawarkan kepada wisatawan.

Melalui Program Desa Sejahtera Astra yang dimulai sejak 2022, Astra memberikan pendampingan dalam penguatan kapasitas desa wisata, pengembangan UMKM, serta pemberdayaan masyarakat di sektor kesehatan, pendidikan, lingkungan dan kewirausahaan.

Program tersebut telah memberikan manfaat kepada 3.154 masyarakat, termasuk melibatkan lebih dari 200 perempuan di Desa Sejahtera Astra Bugisan.

Pengembangan wisata di Bugisan juga berjalan beriringan dengan penguatan ketahanan pangan. Demplot desa dimanfaatkan untuk mengembangkan sejumlah potensi, seperti sawah, itik petelur, lele dan maggot BSF.

Pemanfaatan sumber daya lokal tersebut tidak hanya mendukung kebutuhan masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan aktivitas ekonomi baru di tingkat desa.

Baca Juga:  Walikota Denpasar Terima Audensi Pasraman Satyam Eva Jayate

Sejak memperoleh pendampingan Astra pada 2022, pendapatan sektor wisata Desa Sejahtera Astra Bugisan tercatat meningkat 56,3 persen. Nilainya naik dari Rp491 juta menjadi Rp767 juta.

Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto mengatakan pengembangan potensi lokal perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak.

“Melalui Program Desa Sejahtera Astra, Astra terus berupaya mendorong masyarakat untuk mengembangkan berbagai potensi lokal yang dimiliki agar dapat memberikan nilai tambah dan manfaat yang berkelanjutan. Kami percaya bahwa kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam memperkuat kemandirian desa serta membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat. Upaya ini sejalan dengan komitmen Astra untuk terus berkontribusi dalam mendukung pembangunan masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto.

Pendampingan yang dilakukan Astra mencakup berbagai bidang. Di sektor kesehatan, program diarahkan pada penguatan layanan Posyandu serta edukasi gizi bagi ibu dan anak.

Baca Juga:  Bupati Sanjaya Hadiri Pengukuhan ABPEDNAS dan ASLINMAS Bali, Sinergi Desa Diperkuat

Sementara di bidang pendidikan, masyarakat mendapatkan edukasi aksara Jawa dan nilai-nilai budaya lokal, sekaligus peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pariwisata.

Program lingkungan meliputi pengelolaan sampah terpadu, budidaya maggot, lele dan bebek, serta penanaman pohon budaya Dluwang. Adapun sektor kewirausahaan diperkuat melalui pengembangan UMKM, branding produk lokal, digitalisasi pemasaran dan paket wisata berbasis pengalaman melalui konsep living culture.

Konsistensi masyarakat Bugisan dalam mengembangkan potensi desa juga membuahkan sejumlah penghargaan. Desa tersebut masuk dalam 50 Desa Wisata Terbaik Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022.

Selain itu, Desa Sejahtera Astra Bugisan meraih Juara 2 Tingkat Nasional KSW (Kampanye Sadar Wisata) Kementerian Pariwisata 2023 dan memperoleh penghargaan sebagai Desa Wisata dengan Pemberdayaan Masyarakat Terbaik.

Pengembangan desa melalui kolaborasi masyarakat dan Astra diharapkan terus memperkuat kemandirian ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan budaya dan lingkungan.

Program tersebut menjadi bagian dari komitmen Astra melalui cita-cita Sejahtera Bersama Bangsa serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Indonesia.(den/updatebali)