UPDATEBALI.com, DENPASAR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Denpasar menutup Sidang Paripurna ke-4 Masa Persidangan I dengan agenda penyampaian rekomendasi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Denpasar Tahun Anggaran 2025, Selasa 31 Maret 2026, di Gedung DPRD setempat.
Rapat dipimpin Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede dan dihadiri Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, unsur Forkopimda, serta jajaran perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar.
Melalui rekomendasi yang dibacakan I Wayan Sutama, DPRD secara umum menerima LKPJ Wali Kota Denpasar Tahun 2025 serta memberikan apresiasi atas kinerja pemerintah daerah yang dinilai berjalan baik. Sejumlah indikator pembangunan juga menunjukkan tren positif, mulai dari peningkatan usia harapan hidup, kualitas pendidikan, hingga pertumbuhan ekonomi.
Data yang disampaikan menunjukkan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi 85,63, tingkat pengangguran turun menjadi 1,41 persen, angka kemiskinan menurun menjadi 2,16 persen, serta pertumbuhan ekonomi mencapai 6,11 persen pada tahun 2025.
Meski demikian, DPRD meminta agar seluruh rekomendasi yang diberikan dapat segera ditindaklanjuti oleh perangkat daerah guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan ke depan.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Arya Wibawa yang mewakili Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan apresiasi atas masukan yang diberikan DPRD. Ia menilai rekomendasi tersebut merupakan bagian penting dari fungsi pengawasan legislatif.
“Kami memandang rekomendasi ini sebagai masukan konstruktif untuk penyempurnaan kinerja pemerintahan ke depan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh catatan DPRD akan ditindaklanjuti secara serius dan dijadikan acuan dalam perumusan kebijakan pembangunan berikutnya.
Selain itu, Arya Wibawa juga memaparkan sejumlah capaian Pemkot Denpasar sepanjang tahun 2025, di antaranya peningkatan nilai Indeks Reformasi Birokrasi menjadi 95,72 serta keberhasilan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK selama 13 kali berturut-turut.
Di sisi lain, ia juga mengakui masih adanya tantangan, khususnya dalam pengelolaan sampah. Namun, pihaknya optimistis permasalahan tersebut dapat diatasi melalui kolaborasi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat.
Sebagai langkah konkret, Pemkot Denpasar telah menyalurkan ribuan sarana pengelolaan sampah berbasis sumber, seperti teba vertikal dan komposter bag kepada masyarakat sepanjang tahun 2025.
“Ini merupakan gerakan bersama untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat bagi generasi mendatang,” tambahnya.
Menutup penyampaiannya, Arya Wibawa mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun Kota Denpasar agar semakin maju, berdaya saing, dan berkelanjutan.(per/ub)





