spot_img
spot_img
BerandaBaliKeluarga Korban Kecelakaan Flying Fish di Bali Menolak Autopsi

Keluarga Korban Kecelakaan Flying Fish di Bali Menolak Autopsi

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Kepolisian Daerah Bali menginformasikan bahwa keluarga Kikuchi Satoshi (60), warga Jepang yang jatuh saat bermain flying fish di Tanjung Benoa, Bali, telah menolak dilakukannya autopsi terhadap jenazah korban.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bali, Komisaris Besar Polisi Jansen Avitus Panjaitan, menyatakan bahwa awalnya rencananya jenazah korban akan diautopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian. Namun, pihak keluarga korban kemudian menolak prosedur tersebut.

“Pada awalnya, kami berencana untuk melakukan autopsi, tetapi kemudian keluarga korban menolaknya,” ujar Komisaris Besar Polisi Jansen Avitus Panjaitan dalam konferensi pers di Denpasar, Bali, pada hari Kamis.

Baca Juga:  DPRD Bali Bahas Rancangan Peraturan Kode Etik dan Tata Beracara Badan Kehormatan

Sebelumnya, penyidik dari Ditpolairud Polda Bali telah berkoordinasi dengan Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah/Prof. Ngoerah Denpasar, Bali, guna melakukan autopsi terhadap jasad korban. Namun, pihak keluarga menentang rencana tersebut.

“Kami telah berkoordinasi dengan rumah sakit untuk melakukan autopsi, tetapi kemudian keluarga korban menolaknya. Alasan yang mereka sampaikan adalah bahwa mereka tidak ingin autopsi dilakukan,” tambah Jansen.

Mantan Kapolresta Denpasar ini juga mengungkapkan bahwa hingga hari Selasa (22/8), telah ada enam saksi yang diperiksa terkait kecelakaan ini. Saksi-saksi tersebut termasuk pemilik wahana flying fish, instruktur, pemandu, serta beberapa individu yang menyaksikan insiden tersebut.

Baca Juga:  Kasanga Fest 2026 Hadir dengan Format Parade, 16 Ogoh-Ogoh Tampil Sepanjang Rute Catur Muka

Meskipun telah melakukan penyelidikan mendalam, polisi masih belum menemukan faktor lain selain kemungkinan kecelakaan sebagai penyebab kematian Kikuchi Satoshi. Jansen menekankan bahwa kejadian tersebut sepenuhnya terjadi karena insiden kecelakaan.

Jansen juga mengungkapkan bahwa jasad korban telah diserahkan kepada keluarganya. Namun, proses pemulangan jenazah masih menunggu koordinasi lebih lanjut dengan pihak Konsulat Jepang.

Baca Juga:  Meriahkan Hari Bhayangkara Ke 76 Polresta Denpasar Gelar Olahraga Bersama

Karena penyelidikan kasus masih berlangsung, Jansen mengindikasikan kemungkinan adanya tersangka jika terdapat bukti konkret dan kesaksian yang mengarah pada tindak pidana.

Sebagai latar belakang, pada hari Jumat (18/8), seorang wisatawan Jepang, Kikuchi Satoshi (60), meninggal dunia dalam kecelakaan saat bermain flying fish di Tanjung Benoa. Anaknya, Kikuchi Haruki (15), juga mengalami luka ringan akibat kejadian tersebut. Insiden ini terjadi sekitar pukul 10.00 Wita di depan Pantai Hotel Grand Mirrage Lingkungan Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Bali. (ub/ant)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments