Kasanga Fest 2026 Hadir dengan Format Parade, 16 Ogoh-Ogoh Tampil Sepanjang Rute Catur Muka

0
203
Pemerintah Kota Denpasar kembali menghadirkan Kasanga Festival (Kasangafest) ke-4 yang akan berlangsung pada 6–8 Maret 2026
Pemerintah Kota Denpasar kembali menghadirkan Kasanga Festival (Kasangafest) ke-4 yang akan berlangsung pada 6–8 Maret 2026. Sumber foto: Humas Denpasar

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Pemerintah Kota Denpasar kembali menghadirkan Kasanga Festival (Kasangafest) ke-4 yang akan berlangsung pada 6–8 Maret 2026 di kawasan Catur Muka dan Lapangan Puputan Badung.

Tahun ini, konsep pelaksanaan mengalami penyegaran dengan sistem parade terbuka menyerupai peed aye pada Pesta Kesenian Bali, serta tanpa konser musik.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, dalam konferensi pers di Graha Yowana Suci, Rabu 4 Maret 2026.

Ia menjelaskan, seluruh ogoh-ogoh yang masuk nominasi 16 besar dari empat kecamatan akan mengikuti pawai utama.

“Sebagai gantinya, sistem karnaval atau mepeed diterapkan agar penonton tersebar di sepanjang rute dan tidak terpusat di Catur Muka,” ujarnya.

Rute parade akan dimulai dari depan Jayasabha (rumah jabatan Gubernur Bali), mengelilingi kawasan Catur Muka satu putaran, lalu bergerak ke selatan hingga berakhir di Jalan Gajah Mada sisi selatan Lapangan Puputan Badung. Seluruh peserta akan menampilkan atraksi sejak garis start hingga finish, sehingga pertunjukan tidak hanya terfokus di satu titik.

Baca Juga:  Putri Koster Tekankan Pentingnya Angkat Usadha Bali

Untuk mendukung kelancaran dan keamanan, panitia memasang pembatas di sepanjang Jalan Udayana guna mencegah penonton memasuki barisan ogoh-ogoh saat atraksi berlangsung.

Kasangafest 2026 juga menghadirkan stan kuliner tradisional Bali yang dikelola STT, disertai penerapan manajemen sampah dengan sistem pemilahan selama festival berlangsung.

Wakil Ketua Panitia, I Gede Yogi Pramana, menyampaikan bahwa 16 ogoh-ogoh finalis akan memasuki kawasan acara sejak 6 Maret dini hari.

Baca Juga:  Bupati Buleleng Dorong Peningkatan Kapasitas SDM Bidang Komunikasi dan Informatika

“Loading dilakukan hingga pukul 14.00 WITA, dan ogoh-ogoh akan terparkir dari depan Jayasabha hingga Jalan Kaliasem sebelum pawai dimulai pukul 17.00 WITA,” jelasnya.

Selain parade utama, festival turut dimeriahkan lomba ogoh-ogoh mini (mesin dan non-mesin), lomba sketsa, tapel, penampilan barong, baleganjur, hingga parade ogoh-ogoh IGTKI.

Perwakilan dewan juri, I Gede Anom Ranuara, menegaskan bahwa penilaian dilakukan sepanjang rute, menitikberatkan pada kedisiplinan, kerapian, serta kesesuaian dengan revisi yang telah diberikan sebelumnya.

“Juri akan menilai dari start sampai finish. Jika ada pelanggaran, termasuk orang di luar regu masuk barisan, bisa langsung dikenakan pengurangan nilai,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Tradisi Warisan Budaya Dinas Kebudayaan Denpasar, Ni Made Suniastari, menyampaikan bahwa masing-masing finalis 16 besar memperoleh dana pembinaan Rp30 juta. Enam terbaik akan mendapatkan tambahan hadiah, dengan juara I sebesar Rp50 juta, juara II Rp40 juta, dan juara III Rp30 juta. Juara harapan I, II, dan III masing-masing menerima Rp20 juta, Rp15 juta, dan Rp10 juta.

Baca Juga:  RPJMD 2025–2029 Kota Denpasar Disepakati, Jadi Arah Baru Pembangunan Lima Tahun ke Depan

Untuk lomba ogoh-ogoh mini kategori mesin, hadiah disiapkan Rp10 juta, Rp8 juta, dan Rp6 juta bagi tiga besar. Kategori non-mesin menyediakan Rp8 juta, Rp6 juta, dan Rp4 juta. Sedangkan lomba sketsa ogoh-ogoh memberikan penghargaan Rp5 juta, Rp4 juta, dan Rp3 juta bagi para pemenang.

Dengan konsep baru dan penguatan tata kelola, Kasanga Festival 2026 diharapkan menjadi ruang apresiasi kreativitas yowana sekaligus perayaan budaya yang tertib dan berkualitas.(per/ub)