spot_img
spot_img
BerandaBaliKasus Dugaan Pemerkosaan Remaja di Buleleng, Polisi Sebut CCTV Jadi Kendala

Kasus Dugaan Pemerkosaan Remaja di Buleleng, Polisi Sebut CCTV Jadi Kendala

UPDATEBALI.com, BULELENG – Kasus dugaan aksi pemerkosaan terhadap seorang perempuan berusia 18 tahun asal wilayah Kecamatan Seririt, Buleleng, pada Selasa 12 Desember 2023 lalu, masih terus bergulir. Namun saat ini pihak kepolisian menyebut masih terkendala hasil rekaman CCTV.

Kanit IV Unit PPA Satreskrim Polres Buleleng IPDA I Ketut Yulio Saputra mengatakan jika, hingga saat ini belum ada rekaman CCTV di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) yang menguatkan adanya dugaan peristiwa aksi pemerkosaan tersebut.

Sementara, setelah melakukan pemeriksaan terhadap lima orang saksi termasuk terlapor dan korban, ditemukan adanya perbedaan keterangan. Sehingga saat ini pihaknya masih mendalami kasus tersebut, sambil menunggu hasil analisa rekaman CCTV untuk menguatkan keterangan keduanya.

Baca Juga:  Momentum Hari Kesaktian Pancasila, Bupati Buleleng Gaungkan Aktualisasi Nilai Luhur

“CCTV tidak ada yang menguatkan, tapi kami akan menyusuri CCTV disepanjang jalan menuju lokasi rumah bibi korban untuk menguatkan pernyataan korban atau terlapor,” Ungkap IPDA Yulio, Kamis 21 Desember 2023.

Lebih lanjut, IPDA Yulio juga menyebut jika saat ini, pihak kepolisian telah mengantongi hasil visum korban dari pihak rumah sakit. Dimana ditemukan adanya luka robek akibat gesekan pada bagian alat vital korban. Hasil pemeriksaan psikiater juga menerangkan bahwa korban memang menderita depresi.

Baca Juga:  Usai Jadi Tersangka, Kuasa Hukum Warkadea Lakukan Ini

“Semua itu mendukung keterangan korban. Karena kan berdampak ke korban lantaran adanya dugaan paksaan dan lainnya,” imbuh dia.

Diberitakan sebelumnya, seorang perempuan berusia 18 tahun asal Kecamatan Seririt, Buleleng, menjadi korban pemerkosaan di sebuah kos-kosan di Kelurahan Banyuning, Kecamatan/Kabupaten Buleleng. Kala itu, korban diduga diperkosa usai kabur saat sedang dirawat di salah satu RS di Buleleng.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, korban awalnya memang dirawat di RS KDH Bros karena percobaan bunuh diri gegara broken home. Saat berhasil kabur dari RS, korban bertemu terlapor yang menawarkan akan mengantar korban pulang ke rumah bibinya.

Baca Juga:  Diduga Dianiaya, Pria Asal Desa Tinggarsari Alami Luka Berat Dikepala

Kala itu, tanpa berpikir panjang korban mengiyakan tawaran terlapor. Namun bukannya diantar ke rumah bibinya, korban justru dibawa ke sebuah kos-kosan. Usai berhasil melancarkan aksi bejatnya, terlapor lantas mengantar korban ke rumah bibinya di salah satu desa di Kecamatan Kubutambahan, Buleleng.

Sesampainya di sana, korban lantas merebut kunci motor terlapor agar ia tak bisa melarikan diri. Sehingga terlapor akhirnya berhasil diamankan dan dibawa ke kantor desa untuk diserahkan ke Polsek Kubutambahan.(dna/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments