Kabar Baik bagi Lulusan SMA, UNBI Resmi Hadirkan Fakultas Kedokteran

0
37
Universitas Bali Internasional (UNBI) resmi meluncurkan Fakultas Kedokteran dengan dua program studi, yakni Sarjana Kedokteran dan Profesi Dokter, pada 21 September 2026 di Denpasar.
Universitas Bali Internasional (UNBI) resmi meluncurkan Fakultas Kedokteran dengan dua program studi, yakni Sarjana Kedokteran dan Profesi Dokter, pada 21 September 2026 di Denpasar. Sumber foto : Den/updatebali

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Universitas Bali Internasional (UNBI) resmi meluncurkan Fakultas Kedokteran pada Senin, 21 September 2026, di Aula UNBI, Denpasar.

Peresmian tersebut dirangkai dengan bedah buku berjudul Manajemen Perilaku: Cara Cerdas Menata Perilaku Sosial Masyarakat dan Lingkungan karya Prof. dr. Putu Moda Arsana, Sp.PD-KEMD, FINASIM.

Peluncuran ini menjadi langkah baru bagi UNBI setelah memperoleh Surat Keputusan pendirian Fakultas Kedokteran tertanggal 31 Agustus 2026. Fakultas tersebut langsung membuka dua program studi, yakni Program Sarjana Kedokteran dan Program Profesi Dokter.

Rektor Universitas Bali Internasional, Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD-KHOM mengatakan peluncuran tersebut sengaja dilakukan dengan mengundang berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah hingga kepala SMA/SMK se-Bali, agar masyarakat semakin mengenal keberadaan fakultas baru tersebut.

“SK Fakultas Kedokteran kami terima per 31 Agustus lalu. Di dalamnya ada dua program studi, yaitu sarjana dan profesi dokter. Kami mengundang para pejabat, kepala sekolah, dan berbagai pemangku kepentingan agar semakin banyak yang mengetahui dan dapat mendorong lulusan SMA bergabung bersama kami,” ujar Prof. Bakta.

Ia menjelaskan, Fakultas Kedokteran UNBI dirancang untuk melahirkan dokter yang tidak hanya mampu memberikan pelayanan klinis, tetapi juga memiliki kompetensi dalam upaya promotif dan preventif, terutama pada kawasan yang bergantung pada sektor pariwisata.

Baca Juga:  Wabup Suiasa dan Sekda Adi Arnawa Hadiri Karya Pemelaspas Agung di Pura Dalem Penataran Pecatu

“Kami ingin mencetak dokter yang mampu bekerja dan berusaha di tengah masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan penyakit yang berkaitan dengan ekosistem pariwisata. Dampak positif pariwisata harus terus meningkat, sementara dampak negatifnya harus mampu diminimalkan melalui peran tenaga kesehatan,” katanya.

Menurutnya, ke depan UNBI juga menargetkan jangkauan mahasiswa dari wilayah luar Bali seperti Nusa Tenggara hingga Papua.

Selain menjadi momentum peluncuran fakultas, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai ajang memperkenalkan program studi baru yang masa penerimaannya berdekatan dengan dimulainya perkuliahan.

“Memang waktunya sangat mepet. Perkuliahan dimulai Oktober, sementara SK baru keluar awal September. Karena itu kami memanfaatkan momentum ini untuk memperkenalkan Fakultas Kedokteran kepada masyarakat,” ucapnya.

Prof. Bakta menambahkan, pembentukan karakter menjadi bagian penting dalam pendidikan dokter di UNBI. Menurutnya, seorang dokter tidak cukup hanya menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga harus memiliki perilaku yang humanis.

“Kompetensi itu terdiri dari tiga ranah, yaitu knowledge, skill, dan attitude. Attitude sangat penting karena dokter akan berhadapan langsung dengan pasien yang membutuhkan sentuhan kemanusiaan. Kami tidak ingin ada stigma pelayanan kesehatan yang kasar atau tidak ramah,” tegasnya.

Baca Juga:  FK Unud dan RSUD dr. Hendrikus Fernandez Larantuka Laksanakan Pengabdian Masyarakat

Untuk angkatan pertama, UNBI menargetkan minimal menerima 20 mahasiswa meski kuota resmi yang diberikan mencapai 50 orang setiap tahun.

“Kuota kami 50 mahasiswa. Kami optimistis bisa memenuhi target awal, meskipun sebagian besar calon mahasiswa sudah lebih dulu diterima di fakultas kedokteran lain. Menariknya, sudah banyak orang tua yang menghubungi kami untuk pendaftaran tahun depan,” ujarnya.

Dari sisi sumber daya manusia, UNBI telah menyiapkan 26 tenaga pendidik berlatar belakang dokter, termasuk 10 tenaga ahli pada bidang-bidang spesifik yang sebelumnya cukup sulit dipenuhi sesuai persyaratan pendirian fakultas.

Sementara itu, Ketua Yayasan Anugerah Hisafa Bali Indonesia, Dr. Drs. I Nyoman Gede Astina, M.Pd., CHT., CHA menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses pembentukan Fakultas Kedokteran hingga memperoleh izin resmi.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, mulai dari pemerintah, konsultan, rumah sakit, hingga seluruh mitra yang telah memberikan bimbingan sehingga proses ini dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Ia menegaskan, kehadiran Fakultas Kedokteran merupakan bentuk kontribusi UNBI dalam menjawab kebutuhan masyarakat akan tenaga kesehatan berkualitas.

Baca Juga:  Dorong Capaian IKU, Fakultas Pariwisata Unud Bentuk Unit Khusus

“Kami ingin menyumbangkan sesuatu kepada masyarakat dengan menghadirkan pendidikan kedokteran yang memberikan manfaat nyata, khususnya dalam penguatan upaya pencegahan penyakit di lingkungan pariwisata,” ujarnya.

Dalam sesi bedah buku, Prof. dr. Putu Moda Arsana menekankan pentingnya membangun mental kompetitif melalui filosofi Bali “Jengah”, yang menurutnya menjadi fondasi keberhasilan sebelum seseorang mampu mengelola perilakunya.

“Jengah artinya tidak mau kalah. Kalau orang lain bisa, kenapa saya tidak bisa? Filosofi itu harus ditanamkan sejak menempuh pendidikan agar selalu berusaha menjadi yang terbaik,” katanya.

Ia juga mendorong Fakultas Kedokteran UNBI yang baru berdiri agar berani bersaing dengan fakultas kedokteran lainnya di Indonesia.

“Anda Fakultas Kedokteran UNBI harus berkompetisi dengan fakultas kedokteran lain. Meskipun baru lahir, Anda harus menjadi yang terbaik,” tegasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi Bali melalui Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Bali Dr. Ketut Wica, S.Sos., M.H., Sekretaris Daerah Kota Denpasar Dr. Ir. I Gusti Ngurah Eddy Mulya, S.E., M.Si., perwakilan Kejaksaan Tinggi Bali, pimpinan rumah sakit, serta kepala SMA dan SMK dari berbagai daerah di Bali.(den/updatebali)