UPDATEBALI.com, BADUNG – Menghadapi rangkaian pengerupukan, Hari Raya Nyepi, serta Idulfitri 2026 yang waktunya berdekatan, PLN UP3 Bali Selatan bersama Polres Badung menyatukan langkah untuk memastikan pelayanan publik tetap optimal.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam pertemuan antara Manajer PLN UP3 Bali Selatan, Alexander J. Manuhuwa, dengan Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba di wilayah Kabupaten Badung, Sabtu 21 Februari 2026.
Audiensi ini sekaligus menjadi ajang perkenalan bagi kedua pimpinan yang baru mengemban tugas di wilayah masing-masing. Keduanya sepakat membangun jalur komunikasi yang lebih cepat dan efektif guna merespons berbagai potensi gangguan, terutama pada periode dengan intensitas kegiatan masyarakat yang tinggi.
Dalam pembahasan, perhatian difokuskan pada antisipasi gangguan kelistrikan saat malam pengerupukan serta lonjakan mobilitas warga menjelang Idulfitri. Kondisi tersebut dinilai membutuhkan kesiapan teknis sekaligus dukungan pengamanan terpadu.
Alexander J. Manuhuwa menyampaikan bahwa keandalan listrik tak hanya ditentukan oleh kesiapan jaringan, tetapi juga kecepatan koordinasi di lapangan.
“Kami menyadari bahwa keandalan listrik bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga tentang respons cepat dan koordinasi yang efektif di lapangan. Sinergi bersama Polres Badung akan mempercepat penanganan apabila terjadi gangguan, sehingga masyarakat tetap dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman, khususnya menjelang Nyepi dan Lebaran 2026,” ujarnya.
PLN disebut telah menyiapkan personel siaga, melakukan inspeksi jaringan, serta memperkuat sistem komunikasi internal yang terhubung dengan aparat keamanan.
Sementara itu, AKBP Joseph Edward Purba menegaskan kesiapan jajaran kepolisian untuk mendukung kelancaran layanan kelistrikan, mengingat stabilitas keamanan berkaitan erat dengan ketersediaan layanan dasar bagi masyarakat.
“Kami siap mendukung PLN dalam memastikan suplai listrik tetap terjaga, terutama pada momen-momen krusial yang melibatkan aktivitas masyarakat dalam skala besar. Komunikasi yang cepat dan koordinasi yang solid akan menjadi prioritas, sehingga setiap potensi kendala dapat ditangani secara tepat dan terukur,” tegasnya.
Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat Badung dan Bali Selatan, baik warga lokal maupun pendatang, selama perayaan keagamaan berlangsung. Sinergi lintas institusi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan yang responsif, terkoordinasi, dan berorientasi pada kepentingan publik.(yud/ub)





