UPDATEBALI.com, BULELENG – Pemerintah Kabupaten Buleleng bersama berbagai pemangku kepentingan lintas sektoral menggelar rapat koordinasi kesiapsiagaan menjelang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948 dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah Tahun 2026.
Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bupati Buleleng, Kamis, 12 Maret 2026 tersebut dipimpin oleh Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra.
Dalam pertemuan itu, seluruh peserta menyatakan komitmen bersama untuk mewujudkan Buleleng yang Sejahtera, Aman, Rukun dan Damai (SAR).
Bupati Sutjidra menegaskan pentingnya langkah strategis dan komprehensif untuk memastikan keamanan, keselamatan, serta kelancaran layanan publik selama perayaan dua hari besar keagamaan yang waktunya berdekatan.
“Kita berkumpul hari ini untuk mematangkan langkah-langkah komprehensif demi mewujudkan situasi kondusif jelang dua hari raya yang beririsan ini. Komitmen kita bersama ini untuk mewujudkan Buleleng yang sejahtera, aman, rukun dan damai,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Buleleng Gede Suyasa meminta seluruh camat, Satuan Polisi Pamong Praja, serta Dinas Perhubungan untuk mengerahkan personel dan berkolaborasi mendukung langkah pengamanan yang dilakukan oleh Polres Buleleng.
Selain pengamanan, koordinasi juga dilakukan pada sektor pelayanan kesehatan. Para camat diminta berkoordinasi dengan seluruh puskesmas agar dapat terlibat dalam posko terpadu selama rangkaian perayaan berlangsung.
“Siapkan skema untuk setiap OPD, kita komunikasikan semua hal dengan baik agar langkah kesiapsiagaan pada perayaan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri nanti berjalan sesuai dengan rencana,” kata Suyasa.
Di sisi lain, Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman menjelaskan bahwa pengamanan akan dilakukan mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Operasi tersebut melibatkan ribuan personel gabungan dari TNI, Polri, organisasi perangkat daerah, serta berbagai unsur masyarakat.
Beberapa pihak yang turut dilibatkan antara lain Palang Merah Indonesia, ORARI, pramuka, serta unsur pecalang dan Banser.
Seluruh personel akan ditempatkan di berbagai wilayah di Kabupaten Buleleng dengan mendirikan posko terpadu di sejumlah titik yang dinilai rawan.
“Kami akan melakukan pengamanan kegiatan rangkaian Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri, termasuk pengamanan arus mudik dan masa liburan. Sosialisasi terkait hari raya yang beririsan ini juga sudah kami lakukan hingga ke masjid-masjid di setiap desa di Buleleng,” ujar Ruzi.
Melalui koordinasi lintas sektor ini, Pemerintah Kabupaten Buleleng berharap situasi daerah tetap kondusif sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dan merayakan kedua hari besar keagamaan tersebut dengan aman, nyaman, serta penuh rasa saling menghormati.(adv/ub)





