spot_img
spot_img
BerandaBaliBadungJelang Nyepi, Antrabez Rilis Lagu Bali Menyepi Sarat Pesan Refleksi

Jelang Nyepi, Antrabez Rilis Lagu Bali Menyepi Sarat Pesan Refleksi

UPDATEBALI.com, BADUNG – Grup musik Antrabez (Anak Trali Besi) meluncurkan karya terbaru berjudul “Bali Menyepi” menjelang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948.

Peluncuran lagu tersebut berlangsung di Kantor Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan, Senin, 16 Maret 2026.

Band yang telah berkarya selama sekitar 12 tahun ini menghadirkan lagu bernuansa pop alternatif yang sarat pesan refleksi dan spiritualitas. Lagu “Bali Menyepi” lahir dari perenungan tentang hubungan manusia dengan alam semesta, sekaligus menggambarkan makna keheningan yang identik dengan perayaan Nyepi di Bali.

Penulis lagu dan lirik, Octav Sicilia, menjelaskan bahwa karya ini menangkap momen ketika Bali sejenak terbebas dari hiruk-pikuk aktivitas manusia. Melalui lirik-lirik yang kontemplatif, lagu tersebut menggambarkan kontras antara dunia yang dipenuhi ego manusia dengan Bali yang kembali menemukan kesunyian sucinya.

Baca Juga:  Pelantikan Kodrat Tabanan 2025–2029, Bupati Sanjaya Optimistis Lahirkan Atlet Berkelas Nasional

“Salah satu liriknya berbunyi “Hari ini Bali ku bernafas bebas tanpa polusi mu”, yang dimaknai sebagai simbol pelepasan dari kebisingan, baik secara fisik maupun batin,” ujarnya.

Nuansa musik dalam lagu ini mengalun perlahan dengan atmosfer yang mendalam, memberikan ruang bagi pendengar untuk merenung. Repetisi kalimat “Bali ku menyepi, Bali ku sendiri” tidak dimaknai sebagai kesepian, melainkan sebagai bentuk kemandirian spiritual, ketika manusia dan alam saling menyatu dalam keheningan.

“Lagu ini juga merefleksikan nilai-nilai utama Hari Raya Nyepi melalui empat prinsip Catur Brata Penyepian, yakni Amati Geni, Amati Karya, Amati Lelanguan, dan Amati Lelungan. Keempat prinsip tersebut menjadi ajakan untuk berhenti sejenak dari aktivitas duniawi, melakukan introspeksi diri, serta menyelaraskan kembali hubungan manusia dengan alam dan Sang Pencipta,” pungkasnya.

Baca Juga:  Tingkatkan Konsumsi Ikan, Pemkab Bangli Selenggarakan GEMARIKAN 2023

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bali, Decky Nurmansyah, yang turut hadir dalam peluncuran tersebut menyampaikan bahwa musik yang dibawakan Antrabez memiliki kebebasan dalam berekspresi. Menurutnya, karya musik tidak perlu dibatasi oleh label genre tertentu selama mampu menyampaikan pesan yang kuat kepada pendengar.

Ia juga menilai momentum Nyepi menjadi waktu yang tepat untuk menghadirkan karya yang mengajak masyarakat melakukan kontemplasi, melepaskan ego, serta memperkuat nilai-nilai toleransi dan kebersamaan.

Baca Juga:  Pj Bupati Klungkung Mengucapkan Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

“Lagu ini tercipta untuk memperingati kita untuk membuang ego dalam diri kita demi menjadi pribadi yang lebih baik,” terangnya.

Adapun lagu “Bali Menyepi” dibawakan oleh sejumlah musisi, yakni I Wayan Kariasa sebagai vokalis, Rian Paulus Situmorang pada gitar, Renon Ferdian pada piano, Shofan Kusuma Firdaus pada bass dan synth, Fendi Eko Prasetyo pada percussion, serta Putu Eka Wira yang memainkan suling.

Lagu “Bali Menyepi” dijadwalkan dirilis di berbagai platform digital pada 13 Maret 2026. Melalui karya tersebut, Antrabez berharap pendengar tidak hanya menikmati musik, tetapi juga merasakan makna keheningan serta menjadikan Nyepi sebagai ruang refleksi untuk memperbaiki hubungan antara manusia, alam, dan spiritualitas.(den/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments