Jelang Galungan–Kuningan, Pemkot Denpasar dan Yowana Sanur Gelar Festival Bazar Pangan untuk Kendalikan Harga

0
252
Pemerintah Kota Denpasar bekerja sama dengan Yowana Desa Adat Sanur mengadakan Festival Bazar Pangan di Jalan Danau Beratan, Sanur Kaja
Pemerintah Kota Denpasar bekerja sama dengan Yowana Desa Adat Sanur mengadakan Festival Bazar Pangan di Jalan Danau Beratan, Sanur Kaja. Sumber foto: Humas Denpasar

UPDATEBALI.com, DENPASAR — Menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan bekerja sama dengan Yowana Desa Adat Sanur mengadakan Festival Bazar Pangan di Jalan Danau Beratan, Sanur Kaja, Sabtu 15 November 2025.

Kegiatan ini dihadirkan sebagai upaya menyediakan bahan pokok dengan harga terjangkau sekaligus menekan potensi inflasi menjelang hari-hari suci umat Hindu.

Festival dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana, yang secara simbolis menandai pembukaan dengan pemukulan kempur dan pemotongan pita. Seusai membuka acara, Sekda Alit Wiradana meninjau seluruh stand bazar yang menyediakan beragam bahan kebutuhan pokok, produk UMKM, aneka buah-buahan, dan perlengkapan sarana persembahyangan.

Baca Juga:  Bupati Adi Arnawa Hadiri HUT ke-55 STT Tunjung Mekar, Pemuda Munggu Diminta Jaga Pariwisata

“Kami berharap bazar ini benar-benar dimanfaatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan menjelang Galungan dan Kuningan, sekaligus membantu menjaga stabilitas harga di pasar,” kata Alit Wiradana saat ditemui di lokasi.

Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar, Ida Bagus Mayun Suryawangsa, menjelaskan bahwa program bazar pangan rutin digelar setiap momentum hari besar keagamaan sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah. Pada kesempatan ini, Pemkot bekerja sama dengan Desa Adat Sanur menyediakan komoditas utama seperti beras, gula, bawang merah, bawang putih, cabai, daging, serta kebutuhan pokok lainnya dengan harga lebih rendah dibanding pasaran.

Baca Juga:  Antrean Panjang Wisatawan di Pelabuhan Banjar Nyuh Nusa Penida Saat Diguyur Hujan

“Kami berikan selisih harga hingga 10–15 persen lebih murah dari pasaran. Ini untuk membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga wajar,” ujarnya.

Festival Bazar Pangan tidak hanya menghadirkan transaksi bahan pokok, tetapi juga dimeriahkan dengan sejumlah kegiatan budaya dan kreativitas, seperti Lomba Ngelawar antar Sekaa Teruna dan Lomba Gebogan antar banjar se-Desa Adat Sanur. Kegiatan ini diharapkan mampu mempererat kebersamaan generasi muda sekaligus melestarikan tradisi kuliner dan budaya lokal.

Baca Juga:  Lindungi Produk Lokal, Dewan Buleleng Bahas Kajian Awal Ranperda UMKM

Selain mendorong stabilitas harga, kehadiran festival ini juga menjadi ruang interaksi masyarakat dan wadah bagi UMKM lokal untuk memperluas pasar.(per/ub)