Jaga Ekosistem Laut Bali, PLN Peduli Dukung Pengembangan Bank Coral Banyumilir di Lovina

0
38
Foto Bersama usai kegiatan penyerahan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN di Basecamp Banyumilir Foundation, Banjar Dinas Celukbuluh, Buleleng, Senin (28/9).
Foto Bersama usai kegiatan penyerahan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN di Basecamp Banyumilir Foundation, Banjar Dinas Celukbuluh, Buleleng, Senin (28/9). Sumber foto : PLN/updatebali

UPDATEBALI.com, BULELENG — Upaya menjaga ekosistem laut terus dilakukan di kawasan pesisir Kalibukbuk-Lovina, Kabupaten Buleleng, Bali. Salah satunya melalui penanaman fragmen karang pada struktur yang ditempatkan di dasar laut sebagai bagian dari pemulihan terumbu karang yang mengalami kerusakan.

Program tersebut dikembangkan melalui Bank Coral Banyumilir yang diinisiasi Yayasan Banyumilir Manik Segara. Selain berfokus pada pemulihan terumbu karang, program ini juga melibatkan masyarakat pesisir dalam menjaga lingkungan laut sekaligus mengenalkan kekayaan bahari kepada generasi muda.

Pengembangan Bank Coral Banyumilir kembali mendapat dukungan melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Bali melalui program PLN Peduli. Bantuan tahap kedua diserahkan di Basecamp Banyumilir Foundation, Banjar Dinas Celukbuluh, Buleleng, Senin, 28 September 2026.

Hingga saat ini, lebih dari 100 struktur bank coral telah dikembangkan di bawah laut. Struktur tersebut digunakan sebagai media penanaman dan transplantasi fragmen karang sekaligus menjadi bagian dari upaya mengembalikan fungsi ekosistem terumbu karang yang mengalami kerusakan akibat berbagai tekanan lingkungan.

Upaya konservasi tidak hanya dilakukan di bawah laut. Masyarakat pesisir juga dilibatkan agar turut mengambil bagian dalam menjaga kawasan konservasi.

Baca Juga:  Mulai Agustus 2022, Seluruh Kantor PLN di Bali Diterangi Listrik PLTS Atap

Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) dan nelayan lokal mendapat pelatihan keterampilan teknis untuk melakukan penanaman fragmen karang serta menjaga kawasan konservasi. Hingga saat ini, program Bank Coral Banyumilir telah memberikan manfaat kepada lebih dari 200 masyarakat pesisir, pelaku wisata, dan generasi muda di wilayah setempat.

Ketua Yayasan Banyumilir Manik Segara, I Ketut Wiryadana, mengapresiasi dukungan berkelanjutan dari PLN terhadap pengembangan program konservasi Bank Coral Banyumilir.

Menurutnya, dukungan tersebut turut memperkuat upaya yayasan dalam menjalankan konservasi yang berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat pesisir.

“Konservasi tidak cukup hanya dengan menanam karang. Masyarakat juga perlu dilibatkan dan memiliki pengetahuan serta keterampilan untuk menjaga lingkungan laut secara berkelanjutan,” ujar I Ketut Wiryadana.

Edukasi mengenai pentingnya menjaga laut juga menjadi bagian dari program Bank Coral Banyumilir. Berbagai kegiatan dikembangkan, mulai dari pengenalan ekosistem laut dan dampak perubahan iklim, snorkeling edukatif bagi pelajar, hingga pemanfaatan teknologi virtual reality (VR) untuk memperkenalkan kehidupan bawah laut kepada masyarakat.

Baca Juga:  REC Jadi Gaya Hidup Baru, PLN UID Bali Pimpin Gerakan Energi Ramah Lingkungan

Bagi masyarakat Kalibukbuk, keberlanjutan ekosistem laut memiliki kaitan erat dengan kehidupan sehari-hari. Kawasan pesisir yang menjadi ruang hidup masyarakat juga menjadi bagian penting dari aktivitas pariwisata yang berkembang di wilayah Lovina.

Kepala Desa Kalibukbuk, Ketut Suka, mengatakan program konservasi Bank Coral Banyumilir memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan kesadaran dalam menjaga ekosistem laut.

“Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Sejalan dengan konsep Pemerintah Provinsi Bali, bagaimana kita bersama-sama mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan laut. Program ini secara langsung menjadi sarana edukasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian laut,” ujar Ketut Suka.

Ia menjelaskan, keberlanjutan ekosistem laut berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat pesisir karena sebagian besar masyarakat setempat bergantung pada sektor pariwisata.

Senior Manager Komunikasi dan Umum PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Bali, Imbar Susanto, mengatakan dukungan terhadap program tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan TJSL PLN yang diarahkan untuk memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus memperkuat kapasitas masyarakat.

Baca Juga:  Gandeng PLN, Undiksha Siapkan Penggunaan EBT

“PLN tidak hanya menjalankan tugas untuk menjaga keandalan kelistrikan, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk turut mendukung keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat di sekitar wilayah kerja. Melalui program TJSL, kami berupaya mendorong inisiatif yang memiliki manfaat nyata dan dapat terus berkembang bersama masyarakat,” kata Imbar.

Ia menambahkan, kolaborasi dengan Yayasan Banyumilir menjadi bagian dari upaya PLN mendukung pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal, khususnya dalam menjaga ekosistem pesisir dan memperkenalkan pentingnya kelestarian laut kepada generasi muda.

“Yang kami harapkan bukan hanya keberlanjutan programnya, tetapi juga semakin kuatnya peran masyarakat sebagai penjaga lingkungan di wilayahnya sendiri. Ketika konservasi, pemberdayaan masyarakat, dan edukasi dapat berjalan bersama, manfaatnya akan lebih panjang,” ujarnya.

Melalui kolaborasi tersebut, upaya pemulihan terumbu karang di Kalibukbuk-Lovina tidak hanya diarahkan untuk menjaga ekosistem laut, tetapi juga memperkuat pengetahuan dan peran masyarakat dalam merawat lingkungan pesisir. Konservasi dilakukan melalui pengembangan struktur bank coral di bawah laut hingga kegiatan edukasi bagi generasi muda.(yud/updatebali)