HUT ke-40, LPD Tangeb Perkuat Peran untuk Krama dan UMKM Desa Adat

0
25
HUT ke-40, LPD Tangeb Perkuat Peran untuk Krama dan UMKM Desa Adat
HUT ke-40, LPD Tangeb Perkuat Peran untuk Krama dan UMKM Desa Adat. Sumber foto: Yud/Updatebali

UPDATEBALI.com, MANGUPURA – Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Tangeb, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, memasuki usia ke-40 tahun. Momentum tersebut menjadi ajang evaluasi sekaligus penegasan komitmen LPD untuk terus dekat dengan krama dan mengambil bagian dalam pembangunan Desa Adat Tangeb.

Puncak perayaan HUT ke-40 LPD Tangeb digelar di Wantilan Desa Adat Tangeb, Minggu (4/10/2026). Mengangkat tema “Dekat di Desa, Selalu di Hati”, kegiatan tersebut dirangkai dengan jalan santai, penebaran sekitar 20 ribu benih ikan nila di sungai depan Pura Dalem Tangeb, serta pengundian hadiah bagi peserta.

Kepala LPD Desa Adat Tangeb, I Putu Surya Atmaja, S.Kom., mengatakan perjalanan LPD selama empat dekade tidak terlepas dari kepercayaan dan dukungan krama Desa Adat Tangeb.

Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi modal penting bagi LPD untuk menjaga pertumbuhan usaha sekaligus memperluas manfaat bagi masyarakat.

“Perjalanan LPD Tangeb sampai usia 40 tahun tentu tidak terlepas dari dukungan dan kepercayaan krama. Kepercayaan itu yang terus kami jaga dengan memberikan pelayanan terbaik dan memastikan keberadaan LPD benar-benar memberikan manfaat bagi krama,” ujar Surya.

Ia mengatakan, kondisi LPD Tangeb saat ini terus menunjukkan perkembangan positif. Pertumbuhan aset dan kinerja keuangan yang semakin baik juga membuka ruang lebih besar bagi LPD untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Baca Juga:  Dirjen Perimbangan Keuangan Monitoring Penyaluran dan Penggunaan Dana Desa dan BLT Desa TA. 2023 di Klungkung

Selain penguatan kinerja, regenerasi menjadi perhatian dalam pengelolaan LPD Tangeb. Saat ini, sekitar 80 persen sumber daya manusia di LPD Tangeb berasal dari kalangan generasi muda.

“Sekitar 80 persen SDM kami merupakan generasi muda. Ini menjadi kekuatan sekaligus tanggung jawab untuk mempersiapkan generasi penerus. HUT ke-40 ini juga menjadi momentum bagi kami untuk mengingat kembali sejarah dan perjuangan LPD sekaligus membangun semangat generasi muda,” katanya.

Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Tangeb, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, memasuki usia ke-40 tahun.
Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Tangeb, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, memasuki usia ke-40 tahun. Sumber foto: Yud/Updatebali

Sementara itu, Bendesa Adat Tangeb, I Made Adi Astawa Putra, mengatakan perkembangan LPD Tangeb selama ini menunjukkan kondisi yang stabil dan terus mengalami peningkatan.

Ia menilai capaian tersebut tidak semata-mata lahir dari kemampuan pengurus, tetapi juga merupakan hasil dari kepercayaan krama terhadap LPD sebagai lembaga keuangan milik Desa Adat.

“Kalau kita melihat perkembangan LPD Tangeb, saya rasa sudah sangat baik dan stabil. Yang paling utama adalah kepercayaan krama. Tanpa kepercayaan krama, tentu LPD tidak akan bisa berkembang seperti sekarang,” ujar Adi Astawa.

Keberadaan LPD Tangeb juga dinilai semakin penting di tengah persaingan dengan koperasi maupun perbankan komersial. LPD tidak hanya menjalankan fungsi intermediasi keuangan, tetapi turut memberikan kontribusi terhadap pembangunan Desa Adat.

Baca Juga:  Pemerintah Tetapkan Tarif Listrik Triwulan 2 Tidak Naik, PLN Pastikan Kelistrikan Andal

Salah satunya melalui setoran untuk kas pembangunan Desa Adat yang kini telah mencapai sekitar Rp250 juta.

“LPD bukan hanya berbicara mengenai keuntungan lembaga, tetapi juga bagaimana hasil yang diperoleh bisa kembali dirasakan oleh Desa Adat dan krama. Setoran untuk kas pembangunan menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata LPD kepada Desa Adat,” katanya.

Ia menambahkan, target kinerja LPD Tangeb pada 2026 juga telah tercapai. Capaian tersebut diharapkan menjadi pijakan untuk meningkatkan pelayanan sekaligus memperbesar manfaat LPD bagi masyarakat.

Ke depan, LPD Tangeb diharapkan semakin mampu menjangkau kebutuhan krama, khususnya para pedagang dan pelaku UMKM yang membutuhkan tambahan permodalan untuk mengembangkan usaha.

Bagi pengelola LPD, tema “Dekat di Desa, Selalu di Hati” tidak sekadar menjadi slogan dalam perayaan HUT ke-40. Tema tersebut menggambarkan posisi LPD sebagai lembaga yang tumbuh bersama masyarakat dan diharapkan tetap menjadi bagian dari denyut perekonomian Desa Adat Tangeb.

Dengan penguatan regenerasi, peningkatan tata kelola, pemanfaatan teknologi, serta dukungan krama, LPD Tangeb menatap empat dekade berikutnya dengan target mempertahankan kesehatan lembaga sekaligus memperluas manfaat bagi masyarakat dan pembangunan Desa Adat.

Apresiasi terhadap perkembangan LPD Tangeb disampaikan Sekretaris II BKS-LPD Bali, I Ketut Suarno. Ia menilai kinerja LPD Tangeb dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan perkembangan yang cukup baik, terutama di bawah kepemimpinan generasi muda.

Baca Juga:  Aplikasi Pencatatan Keuangan Bantu UMKM Bertransformasi Digital

Berdasarkan catatan yang disampaikan, aset LPD Tangeb kini berada di kisaran Rp59 miliar, sementara laba pada tahun sebelumnya telah melampaui Rp1,2 miliar.

“Perkembangan LPD Tangeb dalam tiga tahun terakhir cukup menggembirakan. Ini menunjukkan bahwa regenerasi bisa berjalan dan memberikan hasil yang positif. Namun, capaian ini tentu harus terus dikawal melalui penguatan kelembagaan dan tata kelola,” ujar Suarno.

Menurut Suarno, tantangan yang dihadapi LPD ke depan tidak lagi sebatas persaingan dengan lembaga keuangan konvensional. Perkembangan teknologi finansial juga menuntut LPD untuk beradaptasi agar tidak tertinggal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Digitalisasi sistem pembayaran, termasuk pemanfaatan QRIS, menjadi salah satu kebutuhan yang perlu diperkuat. Di sisi lain, LPD juga dituntut meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai persoalan yang berkembang di ruang digital, termasuk judi online yang berpotensi berdampak terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

“LPD harus mampu mengikuti perkembangan teknologi, termasuk dalam sistem pembayaran digital seperti QRIS. Tetapi di saat yang sama, kita juga harus mewaspadai tantangan di ruang digital. Karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi penting agar LPD tetap sehat, tumbuh dan mampu menghadapi perubahan zaman,” katanya.(yud/updatebali)