Hazton, Inovasi Distan Buleleng Tingkatkan Produksi Padi

0
366
Hazton, Inovasi Distan Buleleng Tingkatkan Produksi Padi
Hazton, Inovasi Distan Buleleng Tingkatkan Produksi Padi. Sumber foto: Humas Kominfosanti Buleleng

UPDATEBALI.com, BULELENG – sebuah inovasi pertanian yang pertama kali diterapkan di Bali dan khususnya di Kabupaten Buleleng, mendapat sambutan hangat dari para petani setempat. Inovasi ini diperkenalkan oleh Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Pertanian sebagai upaya meningkatkan produksi padi dengan cara yang lebih efisien dan produktif.

Hazton sendiri merupakan singkatan dari “hasil berton ton”. Sistem ini diterapkan dengan pola tanam padi menggunakan bibit yang lebih tua sekitar 25 hari dari penyemaian hingga siap ditanam, dengan jumlah rumpun antara 25-30. Perbandingannya, pada tanam padi konvensional, hanya sekitar 3-5 rumpun yang digunakan. Hasil penelitian yang dilakukan di Kalimantan membuktikan bahwa sistem ini mampu meningkatkan produksi petani secara signifikan.

Baca Juga:  Kementerian Kebudayaan RI Luncurkan Film Trilogi Soma, Wahana Edukasi Budaya untuk Gen Z

Kepala Dinas Pertanian Buleleng, Made Sumiarta, menjelaskan bahwa sistem Hazton mampu meningkatkan produksi padi hingga 15-20 ton per hektar, sementara cara konvensional cenderung stagnan di bawah 10 ton.

“Sistem Hazton membuat setiap rumpun tumbuh lebih optimal, dengan penanaman seperti yang biasa disebut di Bali sebagai ‘sempok’ 25-30 rumpun dalam satu jumput,” jelasnya.

Baca Juga:  FKH Unud Sinergi Dinas Pertanian Buleleng Adakan Vaksinasi PMK

Pihaknya juga menegaskan bahwa bibit yang digunakan tidaklah khusus, namun disesuaikan dengan varietas yang umumnya digunakan oleh petani setempat seperti IR.64, Ciherang, dan Inpari 32. Hasil uji coba sistem ini telah dilakukan di subak Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada pada bulan Maret lalu. Setelah panen sekarang, penanaman sistem Hazton akan dilakukan di wilayah Kabupaten Buleleng, khususnya di Kecamatan Tejakula. Penyuluh pertanian akan memberikan pendampingan kepada petani dalam menerapkan sistem ini, yang direncanakan akan dimulai pertengahan bulan April ini.

Baca Juga:  Basarnas Bali latih Potensi SAR Untuk antisipasi Kecelakaan laut

Made Sumiarta berharap bahwa dengan diterapkannya sistem ini, pasokan beras di Buleleng akan meningkat sehingga dapat menekan inflasi harga beras yang tengah terjadi.

“Jika ekstensifikasi sulit dilakukan karena keterbatasan lahan, Hazton menjadi solusi dengan analisa usaha tani yang baik. Kami yakin produksi padi di Buleleng akan meningkat,” tandasnya dengan optimis.(adv/ub)