UPDATEBALI.com, MANGUPURA – Pemerintah Kabupaten Badung menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pelestarian adat, budaya, dan tradisi sebagai fondasi utama keberlangsungan pariwisata.
Komitmen tersebut ditunjukkan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dengan menghadiri uleman Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Mupuk Pedagingan, dan Pedudusan Alit di Pura Kayu Gede Kastuba, Banjar Gadon, Kelurahan Kerobokan Kaja, Kecamatan Kuta Utara, Kamis, 30 Juli 2026.
Kehadiran Bupati dalam rangkaian karya suci tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap pelaksanaan kegiatan adat dan keagamaan yang selama ini menjadi bagian penting dalam menjaga identitas budaya Bali.
Dalam sambrama wacananya, Bupati Adi Arnawa menegaskan bahwa keterlibatan pemerintah dalam setiap kegiatan adat bukan sekadar memenuhi agenda resmi, tetapi merupakan tanggung jawab untuk memastikan warisan budaya tetap lestari di tengah perkembangan daerah.
“Pariwisata Bali, khususnya di Kabupaten Badung, hidup dan berkembang karena ditopang oleh adat, budaya, dan tradisi yang bernafaskan agama Hindu. Tugas pemerintah adalah memastikan kebudayaan ini tetap terawat tanpa membebani ekonomi karma. PAD Badung yang sebagian besar bersumber dari sektor pariwisata harus kembali dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, karena itu, pemerintah daerah mengarahkan berbagai program bantuan untuk meringankan beban warga dalam menjalankan kewajiban adat dan keagamaan,” ucap Bupati.
Menurutnya, keberhasilan sektor pariwisata tidak dapat dipisahkan dari kuatnya nilai-nilai adat dan budaya yang tetap hidup di tengah masyarakat. Karena itu, menjaga kelestarian budaya merupakan investasi jangka panjang bagi keberlangsungan ekonomi daerah.
“Jika adat dan budaya tidak kita jaga bersama, pariwisata akan terganggu dan berdampak langsung pada perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, PAD kita kembalikan penuh untuk meringankan beban krama,” kata Bupati Badung.
Selain mendukung pelaksanaan kegiatan adat dan keagamaan, Pemkab Badung juga terus menjalankan berbagai program sosial bagi masyarakat.
Program tersebut meliputi bantuan tunai Rp2 juta bagi setiap kepala keluarga menjelang Hari Raya Galungan, insentif Rp3 juta untuk warga lanjut usia berusia 75 tahun ke atas setiap hari ulang tahunnya, hingga bantuan Rp1 juta per bulan bagi penyandang disabilitas dan masyarakat yang mengalami sakit menahun (bedridden).
Di bidang infrastruktur, pemerintah daerah juga terus mempercepat pembangunan sejumlah ruas jalan guna mengatasi kemacetan sekaligus menunjang aktivitas masyarakat dan sektor pariwisata.
“Fokus saya untuk pembangunan saat ini diarahkan pada penguraian kemacetan di kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK) dan Kuta Utara yang menjadi salah satu titik padat aktivitas pariwisata. Dumogi bantuan yang diberikan bermanfaat memberikan kesejahteraan bagi kita semua sehingga karya berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia AA. Putu Mayun menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Kabupaten Badung terhadap pelaksanaan karya di Pura Kayu Gede Kastuba.
“Atas nama pribadi dan mewakili krama Pengempon Pura, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan Pemkab Badung kepada Bapak Bupati Badung atas bantuan yang diberikan kepada kami, dimana sangat membantu penyelenggaraan karya utama yang membutuhkan pembiayaan besar, sekali lagi saya ucapkan terima kasih,” jelasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Kerobokan Kaja I Gusti Agung Ngurah Marhaena Yasana Putra, Bendesa Adat Kerobokan Kaja, beserta jajaran pengurus adat dan krama pengempon Pura Kayu Gede Kastuba.(den/ub)





