Gubernur Koster Sambut Dubes AS, Bahas Konsulat Baru dan Keamanan Wisatawan di Bali

0
77
Gubernur Koster Sambut Dubes AS, Bahas Konsulat Baru dan Keamanan Wisatawan di Bali
Gubernur Koster Sambut Dubes AS, Bahas Konsulat Baru dan Keamanan Wisatawan di Bali. Sumber Foto : Humas Pemprov Bali

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Wayan Koster menerima kunjungan resmi Peter Mark Haymond, Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, di Ruang Tamu Kantor Gubernur Bali, Selasa, 24 Februari 2026.

Pertemuan membahas rencana pembukaan kantor konsulat AS di Bali untuk meningkatkan layanan bagi warga negara Amerika yang berada di Pulau Dewata.

Dubes Haymond menyampaikan bahwa pada tahun lalu sekitar 270 ribu warga Amerika berkunjung ke Bali, dengan 80 persen menjadikan pulau ini sebagai destinasi utama. Untuk menunjang layanan, pihaknya juga menambah personel, termasuk untuk menangani kasus darurat seperti kecelakaan yang melibatkan warganya.

“Mayoritas wisatawan Amerika adalah pengunjung patuh hukum dan berkualitas. Namun tantangan global seperti penipuan lintas negara marak terjadi di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia,” ujar Dubes Haymond.

Baca Juga:  Penandatanganan MoU Antara Badan Pusat Statistik Provinsi Bali dengan Unud

Ia mencontohkan kerugian warga Amerika akibat scam di Asia Tenggara mencapai 10 miliar dolar AS pada tahun lalu, dan menekankan pentingnya kerja sama dengan Kepolisian Republik Indonesia untuk memberantas kejahatan tersebut, khususnya di destinasi wisata.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Koster mengapresiasi perhatian dan kerja sama Pemerintah AS. Ia menekankan bahwa kunjungan wisatawan Amerika yang meningkat, menempati peringkat ketujuh tertinggi di 2025, tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata tetapi juga memperkuat hubungan bilateral Indonesia–Amerika Serikat.

Koster menegaskan bahwa Bali, dengan luas hanya 0,1 persen wilayah Indonesia dan penduduk sekitar 4,4 juta jiwa, memiliki kebudayaan unik yang tersebar di 1.500 desa adat. Tradisi, kearifan lokal, dan ritual keagamaan menjadi daya tarik utama yang menjadikan Bali destinasi wisata dunia. Pada 2025, kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 7,1 juta orang, tertinggi sepanjang sejarah pariwisata Bali.

Baca Juga:  Kampanye Terbuka di Nusa Penida, Wayan Koster Berkomitmen Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Lokal

“Pariwisata menopang sekitar 66 persen perekonomian Bali. Saat pandemi Covid-19, ekonomi Bali sempat terkontraksi hingga minus 9,3 persen, namun kini bangkit dengan pertumbuhan 5,82 persen, tertinggi dalam tujuh tahun terakhir, serta pendapatan per kapita Rp 72,66 juta dengan tingkat kemiskinan 1,45 persen, termasuk yang terendah di Indonesia,” ujar Koster.

Meski demikian, Koster mengakui tantangan yang dihadapi Bali, mulai dari sampah, kemacetan, keamanan, wisatawan bermasalah, hingga narkotika, prostitusi, alih fungsi, dan kepemilikan lahan. Untuk menjawab hal ini, Pemprov Bali tengah menjalankan arah pembangunan Bali 100 tahun ke depan dengan menempatkan kebudayaan sebagai fondasi utama, termasuk penguatan desa adat.

Baca Juga:  Menteri LH dan Gubernur Bali Tinjau Pengelolaan Sampah di Bali, Targetkan Akhiri Open Dumping

Selain itu, Pemprov Bali mengembangkan pengolahan sampah berbasis energi listrik, membangun infrastruktur besar-besaran untuk mengatasi kemacetan, serta mengembangkan transportasi modern ramah lingkungan. Pemerintah juga menyiapkan regulasi tata kelola pariwisata berkualitas, termasuk kebijakan pungutan wisatawan asing Rp150 ribu per kunjungan, guna mendukung pelestarian alam dan budaya.

“Ke depan, pariwisata Bali akan kami tata agar dijalankan secara berkualitas, bermartabat, dan memberikan kontribusi nyata bagi pemerintah serta masyarakat Bali,” tegas Gubernur Koster. (yud/ub)