Gubernur Koster Pulang dengan Kabar Baik, Semua Usulan Infrastruktur Bali Disetujui

0
75
Gubernur Bali Wayan Koster mendampingi Menteri PU Dody Hanggodo di Jakarta dan menyampaikan usulan proyek infrastruktur strategis yang disetujui dengan total anggaran Rp 1,549 triliun untuk tahun 2025–2026.
Gubernur Bali Wayan Koster mendampingi Menteri PU Dody Hanggodo di Jakarta dan menyampaikan usulan proyek infrastruktur strategis yang disetujui dengan total anggaran Rp 1,549 triliun untuk tahun 2025–2026. Sumber foto : Humas Pemprov Bali

UPDATEBALI.com, JAKARTA Gubernur Bali Wayan Koster mengumumkan bahwa pemerintah pusat melalui Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo telah menyetujui usulan pembangunan sejumlah infrastruktur strategis di Bali.

Total anggaran yang dikucurkan mencapai Rp1,549 triliun.

Koster menjelaskan, alokasi terbesar sebesar Rp773 miliar digunakan untuk melanjutkan pembangunan shortcut Singaraja–Mengwitani dalam dua tahap, yaitu Rp500 miliar di tahun 2025 dan Rp273 miliar di tahun 2026.

Baca Juga:  Gubernur Koster Tindak Tegas WNA Pelaku Kriminal di Bali dengan Deportasi Langsung

Selain itu, anggaran baru senilai Rp776 miliar juga dipastikan akan mengalir ke Bali. Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan:

  • Gedung parkir kawasan Pura Batur senilai Rp250 miliar,

  • Underpass Jimbaran, Badung senilai Rp354 miliar,

  • Jembatan baru Nusa Ceningan–Nusa Lembongan, Klungkung senilai Rp112 miliar,

  • Embung Tukad Unda, Klungkung senilai Rp60 miliar.

Menurut Gubernur Koster, seluruh proyek ini dirancang untuk mendukung pariwisata Bali, mengurai kemacetan, serta meningkatkan daya tarik dan kenyamanan wisatawan.

Baca Juga:  Gubernur Koster Dorong Penguatan BPR dan Gaya Hidup Hijau di Peringatan Hari BPR-BPRS Nasional

“Ini program prioritas Kementerian PU tahun 2026. Astungkara, semua usulan yang kami ajukan diterima dan siap dilaksanakan,” ungkap Koster, Jumat, 5 September 2025.

Gubernur asal Sembiran itu juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat atas dukungan penuh terhadap pembangunan Bali.

“Dengan persetujuan ini, daya saing Bali sebagai destinasi wisata dunia akan semakin kuat, sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tambahnya.(yud/ub)