Musim Bertelur Dimulai, Relawan dan Nelayan Selamatkan Ratusan Telur Penyu Hijau di Pantai Camplung

0
304
Nelayan dan relawan konservasi di Pantai Camplung, Banyuasri, berhasil menyelamatkan 182 butir telur penyu hijau dari ancaman predator sebagai upaya menjaga kelestarian satwa langka dan ekosistem pesisir.
Nelayan dan relawan konservasi di Pantai Camplung, Banyuasri, berhasil menyelamatkan 182 butir telur penyu hijau dari ancaman predator sebagai upaya menjaga kelestarian satwa langka dan ekosistem pesisir. Sumber foto : Kominfosanti buleleng

UPDATEBALI.com, BULELENG – Aksi penyelamatan satwa dilindungi kembali terjadi di pesisir utara Bali. Ratusan butir telur penyu hijau berhasil dievakuasi oleh kelompok nelayan dan relawan konservasi di kawasan Pantai Camplung, Desa Banyuasri, Kecamatan Buleleng, pada Kamis, 4 Juni 2026 malam.

Langkah cepat ini dilakukan guna mengamankan telur-telur tersebut dari ancaman predator, terutama anjing liar yang kerap berkeliaran di sepanjang pantai.

Saat dikonfirmasi pada Minggu, 7 Juni 2026, Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Karang Gunung, Teguh, membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Ia menjelaskan bahwa sekitar pukul 03.00 WITA, terlihat dua ekor penyu hijau naik ke daratan Pantai Camplung dan membuat sarang di dua titik lokasi yang berbeda.

Baca Juga:  Tiga Oknum Polisi Tersangka Perampokan di Medan Terancam Dipecat

“Dua ekor penyu naik ke pantai. Di titik pertama telur berhasil diamankan setelah sebelumnya diincar anjing liar. Sementara di titik kedua, salah seorang nelayan menunggui penyu saat bertelur sehingga sarang tersebut terhindar dari gangguan anjing,” jelas Teguh.

Dari hasil evakuasi di sarang pertama, nelayan bersama relawan berhasil mengamankan sebanyak 73 butir telur. Sementara pada sarang kedua, ditemukan sebanyak 109 butir telur. Seluruh telur yang berjumlah total 182 butir tersebut langsung dipindahkan ke bak penampungan sementara yang telah disiapkan oleh tim relawan.

Baca Juga:  Astra Motor Bali Selenggarakan Kontes AHMTSC 2025, Dorong Kompetensi Teknisi AHASS

Ketua Relawan Kurma Segara Raksa Banyuasri, Nyoman Sadwika, menyatakan bahwa pemindahan ini merupakan langkah penyelamatan darurat yang krusial mengingat lokasi asli sarang sangat rawan gangguan.

Meskipun bak penampungan sementara yang mereka miliki belum sepenuhnya memenuhi standar konservasi yang ideal, pihaknya telah berupaya maksimal membuat kondisi di dalam bak semirip mungkin dengan habitat alami penyu di pasir pantai.

“Kami berharap seluruh telur yang berhasil diselamatkan dapat menetas dengan baik. Upaya kecil ini diharapkan dapat membantu menjaga kelestarian penyu hijau yang populasinya semakin berkurang,” ungkap Nyoman Sadwika.

Baca Juga:  Pulih dari Cedera, Fadillah Arbi Siap Unjuk Gigi di FIM JuniorGP Jerez

Kembalinya penyu hijau untuk bertelur di Pantai Camplung menjadi indikator positif bahwa kawasan pesisir Desa Banyuasri masih menjadi habitat yang layak dan aman bagi satwa laut dilindungi tersebut.

Kini, para nelayan dan relawan setempat berharap adanya dukungan lebih lanjut dari berbagai pihak dan pemerintah daerah guna memperkuat fasilitas serta upaya konservasi penyu di wilayah Buleleng secara berkelanjutan.(adv/ub)