Gubernur Koster Mendorong Generasi Muda untuk Menjaga Kebudayaan Melalui Film

0
231
Gubernur Bali Wayan Koster dalam acara penyerahan hadiah lomba esai tentang Film Jayaprana dan Layonsari di Kota Denpasar, Senin (1482023).
Gubernur Bali Wayan Koster dalam acara penyerahan hadiah lomba esai tentang Film Jayaprana dan Layonsari di Kota Denpasar, Senin 14 Agustus 2023. Sumber foto: Antara

UPDATEBALI.comDENPASAR – Gubernur Bali, Wayan Koster, mendorong para siswa agar lebih banyak menonton film-film yang mengangkat nilai-nilai tradisi dan budaya lokal. Hal ini diungkapkannya dalam acara penyerahan hadiah lomba esai tentang film Jayaprana dan Layonsari yang berlangsung di Wantilan Kantor DPRD Bali pada Senin 14 Agustus 2023.

Dalam kesempatan tersebut, Koster mengajak para siswa untuk menonton film Jayaprana dan Layonsari yang mengisahkan kisah cinta tragis ala Romeo dan Juliet dalam budaya Bali.

Baca Juga:  Polisi Tangkap Lima Remaja Bersenjata Tajam Diduga ingin Tawuran

“Lebih baik kita bangun produksi (film) yang berakar pada tradisi dan budaya kita, karena Bali betul-betul memiliki kekayaan untuk itu,” ujar Koster.

Gubernur berpendapat bahwa menonton film-film berbasis tradisi lokal dapat memberikan inspirasi bagi generasi muda dalam menjalani kehidupan yang baik. Ia juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam membangun dan memajukan kebudayaan Bali di tengah gempuran perkembangan teknologi dan pengaruh budaya luar.

Koster juga memberikan perhatian khusus terhadap penggunaan nama-nama tradisional Bali yang semakin langka. Ia mengungkapkan bahwa hanya sekitar 79 persen siswa dari sekolah dasar hingga sekolah menengah yang masih menggunakan nama-nama khas Bali seperti Putu, Wayan, Gede, Made, Kadek, Komang, Nyoman, dan Ketut. Ia berharap agar tradisi penggunaan nama-nama ini tetap lestari dan tidak terlupakan.

Baca Juga:  Mahasiswi Prodi Teknologi Pangan Unud Raih 3 Medali Lewat Catur pada PORPROV 2022

“Sudah langka nama Ketut terancam punah. Ini harus kita jaga, supaya Putu, Gede, Wayan tetap ada, Kadek ada, Nyoman ada, Ketut juga ada. Jangan sampai nanti dimuseumkan,” tegas Koster.

Tidak hanya itu, Gubernur Koster juga mengajak masyarakat Bali untuk merencanakan memiliki empat anak ketika sudah memasuki usia pernikahan. Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Provinsi Bali berencana memberikan insentif kepada keluarga yang memiliki anak ketiga dan keempat.

Baca Juga:  Pasien Membludak, Dokter Spesialis Terlambat Dikeluhkan Keluarga Pasien

Diharapkan langkah-langkah ini dapat menjaga kelestarian budaya Bali dan menginspirasi generasi muda untuk tetap mencintai dan melestarikan warisan budaya yang kaya di Pulau Dewata. (ub/ant)