Gubernur Koster Hadiri Penobatan Ida Cokorda Mengwi, Serukan Kebangkitan Budaya Bali

0
259
Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri penobatan Ida Cokorda Mengwi ke-13 dan menegaskan peran penting puri dalam pelestarian budaya dan kearifan lokal Bali.
Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri penobatan Ida Cokorda Mengwi ke-13 dan menegaskan peran penting puri dalam pelestarian budaya dan kearifan lokal Bali. Sumber foto : Humas Pemprov Bali

UPDATEBALI.com, BADUNGGubernur Bali Wayan Koster menghadiri secara langsung upacara mabhiseka Ida Anak Agung Gde Agung sebagai Ida Cokorda Mengwi ke-13, yang berlangsung khidmat di Pura Taman Ayun, Mengwi – Badung, bertepatan dengan Soma Kliwon Uye, Senin, 7 Juli 2025.

Penobatan ini menjadi momen penting dalam pelestarian nilai-nilai budaya dan tradisi Bali.

Dalam sambutannya, Gubernur Koster menyampaikan bahwa penobatan ini bukan untuk membangkitkan feodalisme, melainkan sebagai simbol kepemimpinan dan kebijaksanaan dalam masyarakat Bali.

Ia menegaskan, puri memiliki peran sentral dalam menjaga keluhuran adat istiadat, seni, budaya, dan kearifan lokal yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari jati diri masyarakat Bali.

Baca Juga:  Sinergi Gubernur Koster dan Bappenas Hidupkan Kembali Program Transformasi Ekonomi Kerthi Bali

“Penobatan ini menunjukkan bahwa budaya adat Bali sangat kaya dan beragam. Puri sebagai lembaga kultural harus terus diperkuat dalam dinamika pembangunan Bali,” ujar Koster.

Ia juga menekankan, peran puri telah diakui dalam haluan pembangunan Bali 100 tahun ke depan (2025–2125) sebagaimana tertuang dalam Perda Provinsi Bali Nomor 04 Tahun 2023, serta menjadi bagian dari implementasi visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Bali Era Baru.

Lebih lanjut, Gubernur Koster menyampaikan komitmennya bersama pemerintah kabupaten/kota se-Bali untuk mengaktifkan kembali fungsi puri sebagai pusat pelestarian adat dan budaya.

Program-program strategis seperti pemuliaan desa adat, subak, dan manuskrip kearifan lokal telah disiapkan guna menjaga keberlanjutan budaya Bali yang sidhi (berdaya), sidha (unggul), dan sudha (suci).

Baca Juga:  Wawali Arya Wibawa Tinjau Pasar Murah Serangkaian HUT ke-236 Kota Denpasar

“Puri harus menjadi pusat pendidikan budaya, pusat ritual keagamaan, serta bisa berbagi pengetahuan kepada generasi muda. Bahkan, puri juga bisa bekerja sama dengan lembaga pendidikan dan penelitian untuk memperdalam pemahaman tentang budaya Bali,” tambahnya.

Selain sebagai pusat budaya dan spiritualitas, Koster juga mendorong puri agar ikut berperan dalam pengembangan masyarakat, termasuk di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, serta menjadi contoh arsitektur Bali yang harmonis dan ramah lingkungan.

Sementara itu, Ida Cokorda Mengwi ke-13 yang resmi dimabhiseka hari ini, memikul tanggung jawab besar tidak hanya secara spiritual, tetapi juga secara sosial dan budaya.

Baca Juga:  Puluhan Ribu Masyarakat Bali Antusias Ikuti Jalan Santai 'Creative Fun Walk Ganjar & Koster' di Renon

Sebagai penglingsir Puri Ageng Mengwi, beliau diharapkan mampu menjaga nilai-nilai luhur agama Hindu, adat istiadat, serta berkontribusi aktif dalam menjaga eksistensi puri di tengah masyarakat modern.

Upacara mabhiseka ini turut disaksikan ribuan warga Badung dan dihadiri tokoh-tokoh penting nasional dan daerah, di antaranya Sri Sultan Hamengku Buwono X, Ketua DPD RI Sultan Najamudin, para penglingsir Asta Puri Ageng Mengwi, serta penglingsir dari Puri Tabanan, Klungkung, Karangasem. Hadir pula anggota DPD RI dapil Bali, Bupati Badung, dan jajaran Forkopimda serta tamu undangan lainnya.(yud/ub)