UPDATEBALI.com, BADUNG – Bali kembali dipercaya menjadi tuan rumah ajang olahraga internasional bergengsi. Gubernur Bali, Wayan Koster, menghadiri pembukaan resmi 22nd AKF Senior Championships 2026 atau Kejuaraan Karate Asia Senior ke-22 yang berlangsung di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Kabupaten Badung, Kamis (18/6).
Kejuaraan karate tingkat Asia tersebut diikuti lebih dari 400 atlet dari 33 negara. Selain menjadi ajang perebutan gelar juara Asia, kompetisi yang berlangsung pada 19 hingga 21 Juni 2026 itu juga menjadi salah satu jalur kualifikasi menuju Karate World Cup.
Kehadiran Gubernur Koster dalam seremoni pembukaan menegaskan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Bali terhadap penyelenggaraan berbagai event internasional. Sebelum pembukaan resmi, Gubernur juga menghadiri gala dinner bersama para delegasi, atlet, ofisial, serta pemangku kepentingan karate dari berbagai negara Asia.
Vice President Asian Karate Federation, Rashid Al Ali, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Indonesia atas dukungan yang diberikan sehingga kejuaraan dapat berlangsung dengan baik.
“Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk menyambut Anda semua di kejuaraan ini di Bali. Saya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali, Bapak Gubernur Bali, dan Pemerintah Indonesia atas fasilitasi serta dukungan terhadap penyelenggaraan kejuaraan ini. Terima kasih banyak. Selamat bertanding kepada seluruh atlet dari Asia,” ujar Rashid Al Ali.
Sementara itu, Ketua Umum Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia, Hadi Tjahjanto, menegaskan bahwa Kejuaraan Karate Asia Senior bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga momentum mempererat persaudaraan antar-karateka di kawasan Asia.
“Kehormatan besar bagi saya menyambut atlet dan delegasi dari seluruh Asia di Pulau Bali yang indah. Indonesia sangat bangga menjadi tuan rumah dengan menghadirkan lebih dari 400 atlet pada kejuaraan ini. Kehadiran seluruh peserta menunjukkan kekuatan persaudaraan karate di Asia,” katanya.
Menurut Hadi, karate mengajarkan nilai-nilai penting seperti sportivitas, rasa hormat, dan fair play yang menjadi fondasi utama dalam setiap pertandingan. Ia berharap olahraga karate terus menjadi sarana yang mempererat hubungan antarbangsa melalui semangat persaudaraan dan kompetisi yang sehat.
Indonesia menurunkan 22 atlet terbaik dalam kejuaraan ini untuk menghadapi persaingan ketat dengan para karateka elite Asia. Tiga atlet asal Bali turut memperkuat tim nasional, termasuk Cok Istri Agung Sanistyarani yang akan bertanding pada nomor kumite putri kelas -55 kilogram.
Kejuaraan Karate Asia Senior 2026 mempertandingkan 12 nomor individu, empat nomor beregu, serta kategori Para Karate. Sistem pertandingan menggunakan format gugur, sementara tiga tim terbaik di kategori beregu akan mengamankan tiket menuju Karate World Cup.
Persaingan dipastikan berlangsung sengit dengan hadirnya negara-negara kuat karate Asia seperti Jepang, Iran, Kazakhstan, Vietnam, Thailand, dan Arab Saudi yang menurunkan atlet-atlet terbaik mereka. Sebanyak 11 juara bertahan Asia juga kembali tampil untuk mempertahankan gelarnya di Bali.
Ketua Umum PB FORKI Hadi Tjahjanto turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali atas dukungan penuh yang diberikan terhadap pelaksanaan kejuaraan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Bali, khususnya Bapak Gubernur Wayan Koster, yang telah memberikan dukungan luar biasa sehingga Kejuaraan Karate Asia Senior dapat terselenggara dengan baik di Bali. Ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan kemampuan Indonesia sebagai tuan rumah event olahraga internasional,” ujarnya.
Selain menjadi arena perebutan gelar juara Asia dan tiket menuju Karate World Cup, kejuaraan ini juga memperkuat posisi Bali sebagai destinasi sport tourism kelas dunia yang mampu menjadi tuan rumah berbagai agenda internasional berskala besar.(yud/ub)





