Gubernur Koster Dorong AI Masuk Pendidikan Bali, Numerasi Jadi Kunci SDM Unggul

0
130
Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri kegiatan kolaborasi Pemprov Bali bersama Telkomsel, Gasing Academy, Kuncie dan sejumlah pemangku kepentingan pendidikan dalam pengembangan ekosistem pembelajaran “AI for Education” di Gedung Wiswasabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Jumat 14 Agustus 2026.
Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri kegiatan kolaborasi Pemprov Bali bersama Telkomsel, Gasing Academy, Kuncie dan sejumlah pemangku kepentingan pendidikan dalam pengembangan ekosistem pembelajaran “AI for Education” di Gedung Wiswasabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Jumat 14 Agustus 2026. Sumber foto: Humas Pemprov Bali/Updatebali

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Pemerintah Provinsi Bali memperkuat langkah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dengan mendorong pemanfaatan teknologi dalam pendidikan. Penguatan kemampuan numerasi dan literasi digital menjadi bagian penting untuk menyiapkan generasi Bali yang mampu menghadapi perubahan zaman.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri kegiatan kolaborasi Pemprov Bali bersama Telkomsel, Gasing Academy, Kuncie dan sejumlah pemangku kepentingan pendidikan dalam pengembangan ekosistem pembelajaran “AI for Education” di Gedung Wiswasabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Jumat 14 Agustus 2026.

Program kolaboratif tersebut menggabungkan metode pembelajaran matematika yang lebih sederhana dan interaktif dengan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Pendekatan ini ditujukan untuk membantu guru dan siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih menarik sekaligus sesuai dengan perkembangan kemampuan peserta didik.

Gubernur Koster menilai peningkatan kemampuan numerasi merupakan salah satu fondasi penting dalam membentuk SDM Bali yang unggul. Kemampuan tersebut tidak hanya berkaitan dengan berhitung, tetapi juga membangun pola pikir logis dan kemampuan mengolah informasi.

Baca Juga:  Cinta Almamater, Mahasiswa FH Unud Melakukan Gerakan Peduli Lingkungan di Kampus Jimbaran

“Kolaborasi ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam membangun SDM Bali Unggul, karena kemampuan numerasi akan membentuk generasi yang terbiasa berpikir logis, bekerja berbasis data, dan siap beradaptasi dengan perkembangan zaman. Kami mengapresiasi inisiatif Telkomsel dan Prof. Yohanes Surya yang menghadirkan program ini di Bali, dan kami siap mendorong kolaborasi yang lebih luas agar manfaatnya dapat dirasakan oleh sekolah dan masyarakat di seluruh wilayah Bali,” ujar Gubernur Koster.

Menurutnya, kemajuan teknologi perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas manusia. Penguasaan kemampuan dasar menjadi penting agar generasi muda tidak sebatas menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu berpikir kritis, menyelesaikan persoalan dan menentukan pilihan secara tepat.

Program pembelajaran tersebut dikembangkan melalui Gasing Academy dengan metode GASING atau Gampang, Asyik, Menyenangkan. Pendekatan tersebut kemudian dilengkapi Sacred Octagon, sebuah platform pembelajaran berbasis permainan yang memanfaatkan teknologi AI untuk mendukung proses belajar matematika secara interaktif dan bertahap.

Baca Juga:  Wali Kota Jaya Negara Saksikan Pemusnahan Barang Bukti 205 Perkara di Kejari Denpasar

Konsep “AI for Education” dalam program ini menempatkan teknologi sebagai pendukung kegiatan belajar. Peran guru tetap menjadi bagian utama dalam proses pendidikan, sementara teknologi digunakan untuk membantu menghadirkan pembelajaran yang lebih adaptif terhadap kebutuhan dan kemampuan siswa.

Direktur Utama Telkomsel Nugroho menyampaikan bahwa numerasi memiliki cakupan lebih luas daripada sekadar kemampuan melakukan perhitungan. Menurutnya, kemampuan tersebut menjadi dasar bagi seseorang dalam memahami persoalan, berpikir dan menentukan keputusan dalam kehidupan sehari-hari.

Pencetus Metode GASING, Prof. Yohanes Surya Ph.D., juga menjelaskan bahwa metode yang dikembangkan dirancang agar materi matematika dapat dipahami secara bertahap dengan cara yang sederhana dan menyenangkan. Kepercayaan diri guru dalam mengajar serta keberanian siswa untuk mencoba dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan perubahan pada proses pembelajaran.

Baca Juga:  Pemerintah Kabupaten Jembrana Salurkan Beasiswa kepada 759 Mahasiswa

Dalam kegiatan tersebut, guru dan siswa mendapatkan kesempatan untuk melihat sekaligus mencoba langsung metode GASING dan platform Sacred Octagon. Pelaksanaan ini menjadi tahap awal untuk memperoleh gambaran mengenai kebutuhan di lapangan serta melakukan evaluasi terhadap manfaat program secara bertahap.

Kolaborasi pemanfaatan teknologi untuk pendidikan tersebut sebelumnya juga diperkuat melalui kehadiran Paket Bundling Telkomsel x Sacred Octagon yang tersedia melalui aplikasi MyTelkomsel dan by.U. Program tersebut ditujukan untuk memperluas akses keluarga di Indonesia terhadap pembelajaran numerasi digital.

Khusus di Bali, kerja sama diarahkan pada beberapa aspek, mulai dari keterlibatan pemerintah daerah, peningkatan kapasitas pendidik, proses pembelajaran siswa hingga evaluasi pelaksanaan program.

Sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan dan sektor teknologi ini diharapkan dapat mendukung lahirnya generasi Bali yang memiliki kemampuan numerasi kuat, percaya diri, adaptif terhadap perkembangan teknologi dan siap menghadapi tantangan masa depan.(yud/updatebali)