Gempa Susulan Akan Terus Terjadi Sampai Kondisi Setimbang Tercapai

0
119

UPDATEBALI.com, Jakarta  – Peneliti dari Pusat Riset Geoteknologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Eko Yulianto mengemukakan bahwa gempa susulan akan terus terjadi sampai kondisi setimbang tercapai kembali.

Menurut dia, kejadian gempa berulang di Banten kemungkinan merupakan gempa susulan dari gempa bumi dengan magnitudo 6,6 yang terjadi pada 14 Januari 2022 di 53 kilometer barat daya wilayah Kecamatan Sumur di Kabupaten Pandeglang.

Baca Juga:  Satgas TNI Yonif 711 Bantu Panen Padi warga di perbatasan RI-PNG

“Kalau untuk gempa-gempa susulan dari gempa 14 Januari 2022, pasti energi yang dilepaskan kerak bumi yang patah akan semakin berkurang secara perlahan-lahan sampai kondisi setimbangnya tercapai kembali,” kata Eko saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, Rabu (19/1).

Eko mengemukakan bahwa tidak bisa diketahui dengan pasti kapan gempa susulan akan berakhir, namun pada gempa-gempa yang terjadi sebelumnya proses pelepasan energi biasanya berlangsung dalam beberapa pekan.

Baca Juga:  Polisi Indragiri Hilir Temukan Warga Meninggal Diserang Buaya

Ia menjelaskan pula bahwa jalur subduksi selatan Jawa (Megathrust Sunda) merupakan jalur subduksi aktif sehingga secara periodik bisa menimbulkan gempa-gempa dengan skala berbeda. Semakin besar skala gempa, semakin lama pula periode waktu perulangannya.

“Gempa-gempa magnitudo 2 sampai 3 hampir setiap hari terjadi, hanya lokasi pusat gempanya yang berpindah-pindah secara acak,” kata Eko.

Sebelumnya, Koordinator Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Daryono menjelaskan bahwa banyaknya gempa susulan tidak berarti akan mengarah pada kejadian gempa besar.

Baca Juga:  Satu Keluarga di Cianjur Berhasil Selamat Meski Tertimbun Longsor

Gempa susulan biasanya memiliki kekuatan yang lebih kecil dari gempa utama dan semakin lama akan semakin mengecil kekuatannya dan semakin jarang terjadi.  (ub/ant)