UPDATEBALI.com, SUMBAWA BARAT – Kemajuan teknologi digital sangat membantu pelajar dan dunia pendidikan dalam proses pembelajaran. Meski begitu, tidak semua yang ada di dunia digital memiliki manfaat dan membantu aktivitas belajar mengajar para siswa. Agar memberikan manfaat optimal, pelajar perlu memiliki kompetensi etis di dunia digital.
Untuk memberikan pemahaman ihwal pentingnya etika pelajar di dunia digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) akan menggelar webinar literasi digital untuk komunitas pendidikan di wilayah Bali-Nusa Tenggara, Rabu 25 Oktober 2023 pagi, pukul 09.00 WITA.
”Webinar ini bisa diikuti gratis dengan cara mengisi link registrasi peserta di https://s.id/pendaftaranbalinustra2510. Selain mendapat e-sertifikat, panitia juga menyediakan hadiah e-money sebesar Rp 1.000.000.- untuk 10 peserta yang beruntung,” tulis Kemenkominfo dalam rilisnya kepada awak media, Selasa 24 Oktober 2023.
Mengusung tema ”Etika Pelajar di Dunia Digital”, diskusi daring (online) itu akan menghadirkan tiga narasumber. Yakni: Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa Barat Suprianto, musisi Ana Livian, influencer Inta Oceannia, dan Theodora Mayang selaku moderator.
Kemenkominfo menegaskan, selain banyak membantu aktivitas dalam dunia pendidikan, kemajuan teknologi digital kini juga telah banyak dimanfaatkan para guru dalam proses pembelajaran. Para guru kini juga banyak memanfaatkan aplikasi digital untuk memberikan tugas (PR) kepada para siswa.
”Namun, kemudahan yang diberikan oleh teknologi digital hendaknya tidak mendistorsi sikap etis saat berinteraksi di ruang digital. Etika digital harus tetap dijunjung, layaknya berinteraksi di dunia nyata,” jelas Kemenkominfo dalam rilis.
Kemenkominfo menambahkan, berkomunikasi dan berinteraksi dengan berbagai perbedaan kultural di dunia maya, memunculkan standar baru dalam etika. Etika pelajar di dunia digital, yakni mampu menghindari dampak negatif penggunaan internet, dan memanfaatkannya untuk aktivitas yang positif.
”Dampak negatif internet seperti perjudian, perundungan siber, penyebaran informasi keliru, penipuan dan kejahatan siber, prostitusi, dan pencemaran nama baik maupun pertikaian berdasar SARA,” urai Kemenkominfo.
Selain itu, lanjut Kemenkominfo, etika pelajar di dunia digital juga harus didasari dengan kesadaran, integritas (kejujuran), tanggung jawab, dan kebajikan. ”Lakukan sesuatu dengan sadar dan memiliki tujuan, hindari plagiasi dan manipulasi, mau menanggung konsekuensi, dan gunakan internet untuk hal-hal yang bernilai kemanfaatan, kemanusiaan, dan kebaikan,” pungkas Kemenkominfo.
Di lingkungan komunitas pendidikan, webinar literasi digital merupakan salah satu upaya Kemenkominfo untuk mempercepat transformasi digital di sektor pendidikan hingga kelompok masyarakat menuju Indonesia yang #MakinCakapDigital. ”Kegiatan ini diharapkan mampu menaikkan tingkat literasi digital 50 juta masyarakat Indonesia sampai dengan 2024,” tambah Kemenkominfo.
Untuk diketahui, program #literasidigitalkominfo tahun ini mulai dilaksanakan sejak 27 Januari 2023. Program Kemenkominfo yang berkolaborasi dengan Siberkreasi dan 18 mitra jejaring ini membidik segmen pendidikan dan segmen kelompok masyarakat sebagai peserta.
Tahun ini, program Indonesia Makin Cakap Digital (IMCD) menargetkan 5,5 juta warga masyarakat sebagai peserta, utamanya yang belum pernah mengikuti kegiatan literasi digital. IMCD sendiri bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat Indonesia dalam memanfaatkan teknologi digital secara positif, produktif, dan aman.
Informasi lebih lanjut mengenai literasi digital dan info kegiatan dapat diakses melalui website info.literasidigital.id, media sosial Instagram @literasidigitalkominfo, Facebook Page, dan Kanal Youtube Literasi Digital Kominfo. (yud/ub)





