Gaungkan Kepemimpinan Indonesia di Helatan Internasional World Water Forum ke-10

0
189
Gaungkan Kepemimpinan Indonesia di Helatan Internasional World Water Forum ke-10
Gaungkan Kepemimpinan Indonesia di Helatan Internasional World Water Forum ke-10. Sumber foto: yud/ub

UPDATEBALI.com, BADUNG – Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia terus mendapat kepercayaan untuk menjadi tuan rumah berbagai event penting berskala internasional.

Salah satunya World Water Forum (WWF) ke-10 yang dijadwalkan pada 18-24 Mei 2024 di Bali.

“Selama tiga sampai lima tahun terakhir, Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah berbagai forum internasional, apalagi saat pandemi Covid-19 mereda. Ini menunjukkan kepercayaan dunia terhadap kepemimpinan dan kepemimpinan Indonesia. Kita juga memimpin G20, Kita juga akan memimpin KTT ASEAN ke-43 di Jakarta bulan depan.” Usman Kansong, Direktur Informasi Publik dan Komunikasi, Kementerian Komunikasi dan Informatika, pada AIS Forum 2023 dan WWF Media Briefing 2024 Dikatakan, KTT ASEAN akan berlangsung pada Rabu, 9 Agustus 2023.

Usman menyampaikan bahwa momentum ini perlu didukung dengan amplifikasi dari para jurnalis supaya masyarakat dapat memahami dan mendapatkan informasi positif tersebut.

Baca Juga:  Difabel Magelang Diberdayakan Melalui Pembinaan UMKM Satu Hati

Sebagai bentuk dukungan kepada para jurnalis yang meliput WWF ke-10, Usman menyampaikan akan ada media center yang dapat menunjang kinerja para jurnalis.

“Kominfo sudah memiliki standar, tentang bagaimana memfasilitasi media di setiap event nasional yang besar atau event internasional. Kita akan membuka media center karena WWF ke-10 akan berlangsung seminggu. Biasanya akan dioperasionalkan pada H-2 hingga H+1 acara dan diperuntukkan bagi wartawan yang meliput baik dari dalam dan luar negeri,” tambah Usman.

Sementara itu, Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Septriana Tangkary, dalam pembukaan acara menyampaikan bahwa WWF ke-10 tahun 2024 menjadi ajang menunjukkan leadership Indonesia di level dunia.

“WWF ke-10 akan mengangkat tema ‘Water for Shared Prosperity’ yang sangat relevan dengan kondisi global saat ini. Di mana ketersediaan air bersih masih menjadi tantangan bagi banyak negara. Untuk itu yang sangat diperlukan adalah peningkatan dari ekonomi air, dan Indonesia berkomitmen memperkuat kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam mencapai target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) keenam, yaitu terkait hak atas air bersih dan sanitasi,” ujar Septriana.

Baca Juga:  Webinar Kominfo di Klungkung, Bahas Peluang dan Tantangan Generasi Alpha di Era Digital

Staf Ahli Menteri PUPR, Bidang Ekonomi dan Investasi, Dadang Rukmana, selaku narasumber menjelaskan bahwa WWF diselenggarakan setiap 3 tahun sekali. Namun, Indonesia hanya memiliki waktu 2 tahun persiapan karena tertunda oleh pandemi. Meski begitu, Indonesia diharapkan tetap dapat menyukseskan pelaksanaan WWF ke-10 di tahun mendatang.

“World Water Forum bukan sekadar konferensi, tetapi merupakan satu kegiatan yang terdiri dari 3 fase persiapan (preparatory phase), satu minggu acara (event phase), dan penyampaian hasil kegiatan (synthesis phase) dengan dukungan berbagai pihak untuk mewujudkan aksi bersama (collective action),” ujar Dadang.

Sebagai tuan rumah, Dadang menjelaskan bahwa Indonesia akan mendapatkan keuntungan terutama dalam ekonomi air (economy of water). Rencananya, akan didirikan Pusat Internasional untuk masalah air yang berhubungan dengan kebencanaan.

Baca Juga:  Festival Literasi Digital Kominfo Diikuti Ribuan Peserta

“WWF ke-10 terdiri dari 3 proses. Pertama, proses politik yang mengajak para pengambil kebijakan di dalam proses perumusan kebijakan yang berhubungan dengan air. Kedua, proses tematik yakni proses untuk mengidentifikasi isu keairan dengan tema besar “Water for Shared Prosperity”. Ketiga, proses regional yakni untuk memfasilitasi kerja sama subregional,” jelas Dadang.

Acara media briefing WWF ke-10 ini berlangsung secara hybrid, yakni bertempat di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) dan melalui YouTube Ditjen IKP Kominfo.

Sesi paparan dan diskusi dimoderatori oleh Penasihat Khusus Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Bidang Komunikasi dan Media, Ezki Tri Rezeki dan dihadiri oleh puluhan media lokal dan nasional.(yud/ub)