Gangguan Listrik Meningkat, PLN Minta Warga Main Layang-Layang dengan Aman

0
174
Layangan yang nyangkut pada jaringan listrik di sebuah kawasan di Sanur ini berpotensi mengganggu pasokan listrik di wilayah tersebut.
Layangan yang nyangkut pada jaringan listrik di sebuah kawasan di Sanur ini berpotensi mengganggu pasokan listrik di wilayah tersebut. Sumber foto : PLN

UPDATEBALI.com, DENPASAR — PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Bali mengingatkan seluruh masyarakat agar lebih bijak dan bertanggung jawab dalam bermain layang-layang, terutama demi menjaga keandalan pasokan listrik di Pulau Dewata.

Imbauan ini disampaikan menyusul meningkatnya kasus gangguan jaringan listrik akibat layangan yang tersangkut pada kabel tegangan tinggi.

General Manager PLN UID Bali, Eric Rossi Priyo Nugroho, menyampaikan bahwa dari Januari hingga Juli 2025, telah terjadi 43 gangguan listrik yang disebabkan oleh layangan, melebihi total gangguan sepanjang tahun 2024 yang tercatat sebanyak 41 kali.

Baca Juga:  PLN Bali Beri Diskon Tambah Daya 50 Persen, Dukung Aktivitas Belajar dan Kerja dari Rumah

“Gangguan akibat layangan bukan hanya memutus pasokan listrik, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa,” ujarnya di Denpasar, Senin, 28 Juli 2025.

“Budaya melayangan memang penting dan menjadi bagian dari tradisi masyarakat Bali, namun keselamatan harus menjadi prioritas utama,” tambahnya.

PLN Bali menekankan pentingnya tiga hal saat bermain layangan:

  1. Hindari area dekat jaringan listrik,

  2. Jangan gunakan benang berbahan logam atau gelasan,

  3. Tidak menginapkan layangan di udara, karena berpotensi tersangkut dan memicu korsleting.

Baca Juga:  PLN Gencarkan Edukasi Melayangan Aman di Sanur

Gangguan kelistrikan yang terjadi tidak hanya menyebabkan pemadaman di rumah-rumah warga, tetapi juga mengganggu fasilitas vital seperti rumah sakit, sekolah, dan layanan publik lainnya. Dalam kondisi ekstrem, kabel listrik yang terganggu bisa menimbulkan sengatan listrik berbahaya.

Eric menegaskan, edukasi kepada masyarakat terus dilakukan secara aktif, termasuk kepada komunitas layangan, sekolah, dan perangkat desa, sebagai bagian dari upaya mencegah risiko.

Baca Juga:  Satgas Gabungan Kelurahan Kesiman Lakukan Patroli Penerapan Prokes

“Bali memiliki budaya melayangan yang sangat kuat. Namun melalui kolaborasi antara PLN, masyarakat, dan pemangku kepentingan lokal, kami berharap budaya ini tetap bisa dilestarikan secara aman, tanpa membahayakan layanan listrik yang vital bagi kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.(yud/ub)