Ekspor Perdana 10 Ton Ubi, Desa Binaan Astra Tembus Pasar Malaysia dan Singapura

0
366
Ekspor Perdana 10 Ton Ubi, Desa Binaan Astra Tembus Pasar Malaysia dan Singapura
Ekspor Perdana 10 Ton Ubi, Desa Binaan Astra Tembus Pasar Malaysia dan Singapura. Sumber foto: Astra Internasional

UPDATEBALI.com, BOGOR – Kolaborasi antara Astra dan IPB University membuahkan hasil positif melalui pengiriman perdana 10 ton ubi ke pasar internasional, yakni Malaysia dan Singapura.

Komoditas ini merupakan hasil panen dari lima desa binaan program Desa Sejahtera Astra di Kabupaten Bogor. Ekspor tersebut menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem bisnis ubi berbasis masyarakat yang berkelanjutan.

Acara pelepasan ekspor berlangsung di Agribusiness and Technology Park (ATP) IPB University pada Senin 22 Juli 2025, dihadiri oleh pejabat penting seperti Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag RI Fajarini Puntodewi, Direktur Promosi Produk Unggulan Kemendes PDTT Dr. H. Yusra, Rektor IPB University Arif Satria, perwakilan Pemkab Bogor, serta Department Head CSR Strategic Astra Triyanto.

Baca Juga:  ITB STIKOM Bali Kembali Buka Program Kuliah Sambil Magang Online Singapura hingga Vietnam

Ekspor ini didukung dengan penandatanganan kerja sama antara ekosistem bisnis ubi dengan offtaker sebagai bentuk jaminan keberlanjutan dan perluasan pasar di masa depan. Sebelum seremoni, para tamu undangan juga meninjau langsung desa penghasil dan rumah pengemasan sebagai bagian dari rantai pasok.

Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi, menyatakan apresiasinya terhadap langkah ekspor yang dilakukan.

“Ekspor ini menjadi momentum strategis dalam mendorong produk unggulan desa menembus pasar internasional sekaligus menggerakkan perekonomian lokal dan nasional,” jelasnya.

Baca Juga:  Wakil Bupati Badung Hadiri Penganugerahan Trisakti Tourism Award, Desa Wisata Cemagi Raih Prestasi

Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto, menambahkan bahwa program ini selaras dengan komitmen Astra untuk membangun desa secara berkelanjutan.

“Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya kami mendorong masyarakat desa memiliki produk bernilai tambah dan akses ke pasar ekspor,” ujarnya.

Lima desa yang terlibat dalam proyek ini adalah Desa Benteng, Bojong Jengkol, Dukuh, Pamijahan, dan Tapos. Petani di desa-desa tersebut telah mendapatkan pelatihan budidaya, teknik pasca panen, serta akses ke pasar lokal dan ekspor. Produk yang dikirim termasuk ubi ungu, ubi madu, beniazuma, ubi oren, serta olahan seperti keripik, selai, dan pasta.

Baca Juga:  Gubernur Koster Serahkan CSR St Regis untuk Pelestarian Seni dan Budaya Bali, Nilainya hingga Rp350 Juta

Sejak awal 2025, total volume ekspor ubi dari Desa Sejahtera Astra Bogor telah mencapai lebih dari 65 ton dengan rata-rata pengiriman bulanan antara 10 hingga 13 ton. Sebanyak 90% hasil panen terserap pasar, dan 50% dari jumlah tersebut diekspor. Program ini juga telah membuka 160 lapangan pekerjaan baru dan menggandakan pendapatan petani lokal.

Desa Sejahtera Astra merupakan bagian dari inisiatif Astra dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan pencapaian SDGs. Saat ini, lebih dari 1.500 desa dan kampung di seluruh Indonesia telah tergabung dalam program ini.(ub)