UPDATEBALI.com, BADUNG – Ni Nyoman Yulianingsih, seorang ibu rumah tangga asal Badung, berhasil mengubah usaha reseller dupa yang ia jalani sejak 2018 menjadi industri dupa produksi sendiri dengan omzet mencapai Rp50–60 juta per bulan.
Awal mula perjalanan usaha Nyoman Yulia dimulai sebagai reseller, menjual produk orang lain. Berkat kerja keras dan jaringan penjualan yang terus berkembang, ia memanfaatkan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI sebesar Rp150 juta untuk membiayai produksi sendiri sejak 2020.
Produksi dilakukan di Br. Pemaron Delodan, Gang Angsoka nomor 5, Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Badung, dengan kapasitas 1.500 pcs dupa per hari.
Usaha ini juga menyerap tenaga kerja lokal, mempekerjakan empat karyawan tetap, serta memberdayakan ratusan reseller di seluruh Bali hingga ke luar Bali, termasuk Lampung, Lombok, Sulawesi, dan Kalimantan.
“Modal dari BRI full saya gunakan untuk membesarkan usaha dupa. Bahkan dari awalnya menggunakan mobil pribadi untuk mengirim barang, sekarang kami sudah memiliki armada khusus untuk operasional,” ujar Nyoman Yulia.
Ia menekankan pentingnya fokus, konsistensi, dan pengelolaan keuangan yang ketat agar usaha tetap berjalan dan kewajiban kredit dapat terpenuhi. Keuntungan yang diperoleh digunakan kembali untuk pengembangan usaha dan operasional.
Hery Noercahya, Regional CEO BRI Region 17 Denpasar, menegaskan bahwa tujuan program KUR adalah mendorong pelaku usaha naik kelas, menciptakan wirausaha baru, dan meningkatkan kemandirian ekonomi serta kesejahteraan masyarakat Bali dan Nusa Tenggara.
Nyoman Yulia menjadi contoh nyata bagaimana ketekunan dan dukungan permodalan dapat mengubah usaha kecil menjadi bisnis mandiri yang produktif dan berdampak luas bagi masyarakat.(yud/ub)





