UPDATEBALI.com, DENPASAR – Pemerintah Kabupaten Badung mendorong percepatan pembangunan infrastruktur strategis dengan dukungan pemerintah pusat guna mengatasi persoalan kemacetan yang dinilai mulai memengaruhi daya saing pariwisata Bali.
Hal tersebut disampaikan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat menghadiri Rapat Koordinasi Tingkat Menteri tentang Pengembangan Wilayah Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Senin, 20 Juli 2026.
Rapat yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu dihadiri jajaran kementerian, Gubernur Bali Wayan Koster, Sekda Bali Dewa Made Indra, serta para bupati dan wali kota se-Bali. Pertemuan difokuskan pada sinkronisasi pembangunan infrastruktur, penguatan sektor pariwisata, dan penataan lingkungan secara berkelanjutan.
Dalam arahannya, AHY menegaskan pembangunan Bali harus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan sektor pariwisata dan pelestarian lingkungan. Menurutnya, peningkatan konektivitas menjadi kebutuhan mendesak untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi di kawasan Bali Selatan.
“Tentu bicara konektivitas ini meliputi banyak hal seperti kemacetan, yang sering juga akhirnya menjadi isu viral. Dan kita tidak boleh menunggu viral baru melakukan aksi. Kita harus menyiapkan berbagai alternatif solusi terkait koridor konektivitas yang reguler, terutama di wilayah Selatan. Karena sering sekali kemacetan terjadi, terutama pada saat high season, masa Nataru, dan libur sekolah. Kemudian antar kabupaten, kota, antar wilayah juga belum optimal benar. Ini harus kita perkuat. Kita pastikan infrastruktur yang memiliki daya tahan dan juga berkelanjutan bisa membuka peluang ekonomi baru dan sekaligus memastikan tidak ada yang dikorbankan,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyatakan Rakor menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjawab tantangan pembangunan di kawasan pariwisata.
Menurutnya, salah satu persoalan utama yang harus segera ditangani ialah kemacetan di koridor menuju Canggu. Karena itu, Badung mendukung pengembangan moda transportasi alternatif berupa water taxi sebagai solusi memperlancar mobilitas wisatawan maupun masyarakat.
“Ada beberapa titik lokasi yang memang ternyata ini yang menjadi akses kemacetan selama ini di Bali, contoh akses kita menuju Canggu, malahan kami dengan water taxi yang disampaikan tadi Pak Ditjen tadi, salah satu alternatif transportasi untuk mengatasi ketika kemacetan di Canggu, saya kira ini memang menjadi satu hal yang urgent sekali, sehingga itu akan menjadi satu trust buat kita, pariwisata kita,” ujar Adi Arnawa.
Selain transportasi, Bupati juga mengapresiasi langkah Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR yang telah membangun penahan gelombang (breakwater) di Pantai Kuta. Ia berharap program tersebut dapat diperluas hingga kawasan Canggu untuk memperkuat perlindungan wilayah pesisir.
Adi Arnawa juga mengusulkan dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan jalan baru yang menghubungkan Jalan Gatot Subroto Barat dengan kawasan Canggu.
Menurutnya, infrastruktur tersebut akan menjadi salah satu solusi jangka panjang dalam mengurai kepadatan lalu lintas di wilayah Badung.
“Karena kelihatannya kalau itu tidak kita lakukan, ini akan menambah macet. Nah, kami berharap untuk upaya ini, kalau bisa, pemerintah pusat ikut membantu. Karena bagaimanapun juga, ini salah satu menjadi biang kemacetan kami di Badung. Dan jujur, masalah kemacetan di Bali ini kan ada di Badung dan di Denpasar,” jelasnya.
Pemkab Badung berharap hasil rapat koordinasi tersebut dapat segera ditindaklanjuti melalui program konkret antara pemerintah pusat dan daerah, sehingga pembangunan infrastruktur berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pariwisata dan keberlanjutan lingkungan di Bali.(den/ub)





