spot_img
spot_img
BerandaBaliDiduga Stres Diceraikan Istrinya, Pria Ini Nekat Gantung Diri

Diduga Stres Diceraikan Istrinya, Pria Ini Nekat Gantung Diri

UPDATEBALI.com, BULELENG – Seorang pria bernama Komang Sudiarta (23) asal Banjar Dinas Munduk Waban, Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Buleleng nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri pada Jumat (23/9/2022). Aksi nekat korban diduga disebabkan karena stres ditinggal cerai oleh istrinya.

Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Sumarjaya mengatakan, aksi nekat korban ini baru diketahui sekitar pukul 06.00 Wita. Dimana awalnya teman korban bernama Gede Pasek mendatangi rumah korban dengan maksud ingin meminjam motor kepada korban. Setibanya dirumah korban, saksi kemudian disambut dengan ibu korban bernama Nengah Karmiti (53).

Baca Juga:  Laka Pikap vs Motor di Melaya, Tiga Orang Luka Luka

Selanjutnya saksi pun meminta bertemu dengan korban. Mengingat korban sedang tidur dikamarnya ibu korban pun berniat membangunkan korban, namun setelah pintu kamar dibuka betapa terkejutnya ibu korban yang mendapati putranya sendiri dalam keadaan tergantung. Saksi pun kemudian mendatangi kamar korban dan meraba leher korban, namun kondisinya sudah dingin dan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia

Baca Juga:  Astra Motor Bali Hadirkan Bale Pesandekan Honda, Dukung Kenyamanan Pemedek di Pura Sakenan

“Saat ibu korban hendak membangunkan putranya dikamar. Korban sudah ditemukan tergantung pada bambu atap rumah dengan menggunakan baju kaos berwarna kuning serta celana panjang berwarna hitam,” ucap AKP Sumarjaya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan oleh Tim medis Puskesmas Banjar I, pada jenazah korban ditemukan adanya luka jeratan pada leher, mengeluarkan cairan pada kemaluan, lidah menjulur, mata membiru dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan lain.

Baca Juga:  Dekan FIB Unud Pimpin Sidang Rencana Pembentukan Asosiasi Ilmu Humaniora

Sementara itu, korban diduga melakukan hal tersebut karena stres ditinggal cerai oleh istrinya sekitar tiga bulan yang lalu. Kini pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan otopsi dan menerima peristiwa tersebut dengan ikhlas sebagai musibah.

“Pihak keluarga korban telah menerima kejadian ini sebagai musibah. Dan menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah korban,” pungkasnya.(diana/ub)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments